Bayar pajak tuh sering banget jadi momok yang bikin males karena ribet atau takut telat. Tapi sekarang udah ada cara yang lebih simpel dan praktis, yaitu bayar pajak pakai kartu kredit! 🤩
Yap, bukan mitos! Kamu bisa bayar pajak kayak PPh, PPN, sampai pajak kendaraan lewat kartu Visa, Mastercard, atau JCB. Cocok banget buat kamu yang butuh fleksibilitas cash flow.
💡 Jadi Poinnya…
- Nggak Perlu Ribet: Kartu kredit bikin proses bayar pajak jadi lebih cepat dan simpel. Gak perlu antre, gak perlu stres.
- Bisa Jadi Solusi Cash Flow Jangka Pendek: Kalau kamu butuh waktu buat atur keuangan, manfaatin grace period & cicilan dari kartu kredit.
- Ada Bonusnya Juga! Dari poin, cashback, sampe promo cicilan—bayar pajak bisa sekalian jadi momen untung-untungan
Cara Praktis Bayar Pajak Pakai Kartu Kredit
Gak ribet kok, prosesnya cukup lewat aplikasi pajak online kayak OnlinePajak atau bahkan dari m-banking, asal support metode kartu kredit. Ini alur sederhananya:
1. Buat ID Billing Pajak
Langkah pertama adalah bikin ID Billing (kode bayar pajak). Bisa lewat:
- Website DJP Online
- Aplikasi e-billing
- Aplikasi pihak ketiga kayak OnlinePajak
ID ini penting banget karena jadi semacam ‘nomor tagihan’ untuk bayar pajakmu.
2. Pilih Metode Pembayaran
Kalau udah punya ID Billing, lanjut ke proses pembayaran. Nah di sinilah kamu bisa pilih kartu kredit sebagai metode pembayaran. OnlinePajak misalnya, udah support Visa, Mastercard, dan JCB.
3. Masukkan Data Kartu
Isi data kartu kredit kamu → konfirmasi OTP → transaksi selesai. Nggak lama, bukti pembayaran dan NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) akan langsung muncul.
4. Dapat Bukti Pembayaran
Setelah transaksi berhasil, kamu akan langsung dapet Bukti Penerimaan Negara (BPN). Bukti ini penting banget buat pelaporan SPT nanti.
Keuntungan Bayar Pajak Pakai Kartu Kredit
- Fleksibel
Bayar pajak sekarang, tagihan dibayar bulan depan. Bisa manfaatin grace period dari kartu kredit (misalnya 45–59 hari tanpa bunga kalau bayar lunas). - Cashflow Aman
Buat yang usahanya lagi seret cash, ini bisa jadi penolong banget. Tetap bisa bayar pajak tepat waktu sambil nunggu invoice cair. - Transaksi Online 24/7
Gak perlu antre di bank atau kantor pos. Semuanya bisa kamu lakukan dari rumah atau kantor, bahkan jam 2 pagi pun bisa! - Bisa Dapat Poin atau Cashback
Beberapa kartu kredit kasih reward tiap transaksi. Bayar pajak sambil ngumpulin poin? Why not?
Baca Juga: Cek Pajak Kendaraan Jawa Tengah 2025: Gini Cara Cek Online & Offline, Biar Gak Telat!
Tips Cerdas Bayar Pajak Pakai Kartu Kredit 💡
Meskipun kelihatannya simpel, bayar pajak pakai kartu kredit juga butuh strategi biar nggak malah jadi beban di kemudian hari. Nah, ini dia beberapa tips yang bisa kamu ikuti biar tetap aman dan efisien:
1. Pilih Kartu Kredit dengan Grace Period yang Panjang
Grace period itu waktu tenggang di mana kamu nggak dikenakan bunga kalau bayar tagihan sebelum jatuh tempo. Beberapa kartu Visa atau Mastercard punya grace period sampai 59 hari. Jadi, kamu bisa “pinjam” dulu dari kartu, lalu lunasin tanpa bunga.
Cek info grace period di bank penerbit kartumu. Manfaatin ini untuk atur cashflow—terutama kalau kamu bayar pajak bisnis dan masih nunggu invoice cair.
2. Bayar Tagihan Kartu Kredit Secara Penuh
Kalau kamu cuma bayar minimum, sisanya akan dikenakan bunga (dan bunga kartu kredit tuh tinggi, bisa 1,75%–2,25% per bulan). Jadi, walau kamu bayar pajak tepat waktu, kalau tagihan kartu nggak dilunasi, kamu tetap rugi.
📝 Tips:
- Atur pengingat sebelum jatuh tempo.
- Gunakan budget pajak hanya kalau kamu yakin bisa bayar penuh bulan depan.
3. Cek Biaya Tambahan (Surcharge) Sebelum Bayar
Surcharge adalah biaya tambahan kalau kamu bayar pajak pakai kartu kredit, biasanya antara 1,5%–2,5% dari nominal transaksi.
📝 Tips:
- Platform seperti OnlinePajak biasanya transparan soal biaya ini.
- Hitung dulu, apakah cashflow kamu cukup kuat untuk nutup biaya tambahan itu atau enggak.
4. Simpan Bukti Pembayaran dengan Baik
Setelah kamu bayar pajak, kamu akan dapat Bukti Penerimaan Negara (BPN) yang berisi NTPN. Ini bukti sah pembayaran pajak yang wajib disimpan buat lapor SPT.
📝 Tips:
- Simpan di cloud (Google Drive/Dropbox).
- Backup juga di email.
- Kalau perlu, cetak dan simpan fisiknya.
5. Hindari Bayar Pajak Mendekati Deadline
ID Billing itu ada masa aktifnya (biasanya 7 hari). Kalau kamu nunggu mepet deadline dan ID Billing-nya expired, kamu harus bikin ulang.
📝 Tips:
- Buat ID Billing jauh hari (idealnya seminggu sebelum tanggal jatuh tempo).
- Segera bayar setelah ID Billing jadi, biar nggak kelupaan atau expired.
6. Manfaatkan Cicilan 0% (Kalau Ada)
Kalau nominal pajaknya besar (misalnya PPh badan atau pajak perusahaan), beberapa bank kasih opsi ubah tagihan jadi cicilan 0% lewat aplikasi m-banking.
📝 Tips:
- Setelah transaksi, buka aplikasi Livin’ by Mandiri / BCA mobile / BRImo, lalu cari menu “Ubah Transaksi ke Cicilan”.
- Pastikan ada promo cicilan 0% sebelum kamu pakai fitur ini, ya.
7. Gunakan Reward Kartu Kredit
Bisa dapet poin atau cashback? Bisa banget! Kalau kartumu punya fitur cashback, air miles, atau poin reward, manfaatkan ini. Kamu bisa bayar pajak, tapi tetap dapat benefit.
📝 Tips:
- Cek syarat reward di bank-mu (kadang hanya berlaku untuk transaksi tertentu).
- Gunakan kartu yang kamu tahu paling optimal reward-nya untuk pajak.
Jadi, udah nggak ada alasan lagi bilang bayar pajak ribet. Sekarang kamu bisa bayar pajak pakai kartu kredit, lebih cepat, fleksibel, dan bahkan bisa dapet poin kartu!
Kalau kamu lagi cari kartu kredit yang cocok buat kebutuhan pajak atau transaksi lainnya, Tuwaga punya berbagai pilihan produk keuangan yang bisa kamu cek. Ada juga tabungan, deposito, KTA, KPR, dan produk lainnya yang bikin keuangan kamu makin solid.
Yuk, jadi warga negara yang bijak dan tech-savvy bareng Tuwaga! Pajak lunas, cash flow tetap aman!