/
/
/
5 Cara Bayar Fidiyah Puasa: Panduan Gampang dan Nggak Ribet 

5 Cara Bayar Fidiyah Puasa: Panduan Gampang dan Nggak Ribet 

 25 views
cara bayar fidiyah puasa tuwaga

Daftar isi

Pernah nggak sih kamu nggak bisa puasa karena alasan kesehatan, usia, atau kondisi tertentu kayak ibu hamil atau menyusui? Nah, kalau kamu nggak sanggup menggantinya di hari lain, Islam ngasih solusi lewat yang namanya fidiyah puasa.

Fidiyah ini ibarat “tebusan” yang kamu bayar buat mengganti puasa yang ditinggalkan, tapi bukan dalam bentuk puasa lagi—melainkan dengan memberi makan fakir miskin. Yuk, simak gimana cara bayar fidiyah puasa yang benar dan praktis biar kamu nggak bingung.

💡 Jadi, Poinnya…

  1. Fidiyah itu Solusi, Bukan Beban: Kamu nggak perlu merasa bersalah kalau nggak bisa puasa karena alasan yang sah. Islam udah kasih jalan keluar yang ringan tapi tetap berpahala besar.
  2. Bayar Cepat = Bantu Lebih Cepat: Makin cepat kamu bayar fidiyah, makin cepat juga bantuan sampai ke yang membutuhkan. Sekali bayar, dua kebaikan: lunas kewajiban, nambah pahala.
  3. Praktis Banget di Era Digital: Sekarang bayar fidiyah bisa online, aman, dan transparan. Cukup dari HP, kamu udah bisa bantu sesama dan tunaikan kewajiban ibadah.

Apa Itu Fidiyah Puasa?

Fidiyah adalah denda atau pengganti puasa yang wajib dibayar oleh orang yang udah nggak sanggup puasa lagi karena alasan yang dibenarkan syariat. Misalnya:

  • Orang lanjut usia
  • Penderita penyakit kronis
  • Ibu hamil/menyusui yang khawatir sama kesehatannya atau bayinya

Jadi, fidiyah ini beda ya dengan qadha puasa. Kalau masih sanggup ganti puasa di hari lain, kamu wajib qadha. Tapi kalau udah nggak mampu sama sekali, baru deh bayar fidiyah.

Cara Bayar Fidiyah Puasa

Berikut langkah-langkah simpel buat kamu yang mau bayar fidiyah:

1. Hitung dulu berapa hari puasa yang ditinggalkan

Misalnya kamu nggak puasa 7 hari karena sakit dan nggak bisa mengganti, berarti kamu harus bayar fidiyah untuk 7 hari tersebut.

2. Tentukan bentuk fidiyah

Ada 3 cara yang bisa kamu pilih, tergantung kemampuan dan kebiasaan di daerahmu:

  • Makanan pokok, seperti beras sekitar 675 gram per hari (setara 1 mud)
  • Makanan siap saji, misalnya nasi box untuk fakir miskin
  • Uang setara harga makanan, yang sekarang juga banyak difasilitasi lembaga zakat kayak BAZNAS

3. Hitung nilainya

Kamu bisa pakai patokan harga makanan di daerah kamu. Misalnya satu porsi makanan layak harganya Rp50.000, dan kamu punya 7 hari puasa yang belum terganti:

7 × Rp50.000 = Rp350.000

Itu artinya kamu bisa bayar fidiyah sebesar Rp350.000, baik dalam bentuk makanan langsung atau uang setara.

4. Niat sebelum bayar fidiyah

Niatnya cukup diucap dalam hati aja, misalnya:

“Saya niat membayar fidiyah untuk puasa Ramadhan yang ditinggalkan sebanyak 7 hari karena Allah SWT.”

Yang penting niatnya tulus dan jelas, ya. 🙏

5. Salurkan ke yang berhak

Fidiyah harus diberikan ke fakir miskin. Kamu bisa kasih langsung, lewat masjid, atau melalui lembaga zakat resmi seperti BAZNAS dan LAZISMU. Sekarang bahkan udah ada layanan bayar fidiyah online yang aman dan cepat, lho!

Baca Juga: Hukum Gadai dalam Islam: Pengertian, Dasar Hukum, dan Penerapan

Kapan Waktu Bayar Fidiyah?

Sebaiknya, segera setelah Ramadan.

Kalau memang belum sempat, boleh dibayar di waktu lain, tapi usahakan sebelum Ramadan berikutnya. Kenapa? supaya kewajibanmu selesai dan orang yang membutuhkan segera terbantu.

Kenapa bayar lebih cepat itu disarankan?

  1. Ibadah diselesaikan — supaya tanggungan (hutang ibadah)mu nggak menggantung.
  2. Manfaat untuk mustahik (penerima) — mereka dapat bantuan lebih cepat, terutama kalau butuh pangan.
  3. Menghindari lupa & penumpukan administrasi — kalau ditunda, kadang keteteran ngitung atau malah kelupaan.

Kalau ditunda sampai tahun berikutnya, gimana?

  • Kewajiban tetap ada, kamu tetap berkewajiban menunaikan fidiyah untuk hari-hari yang sudah ditinggalkan.
  • Jumlah dasar biasanya tetap sama (mis. 1 porsi / hari atau nilai uang setara per hari) — tetapi praktiknya bisa berbeda karena harga pangan berubah. Jadi kalau kamu menunda dan menunaikan dalam bentuk uang, nilai yang dihitung bisa disesuaikan dengan harga makanan saat kamu bayar atau saat puasa ditinggalkan — tergantung kebijakan lembaga penyalur.
  • Beberapa lembaga (masjid / LAZ / Baznas dll.) menerima pembayaran sekaligus untuk banyak hari/tahun, dan mereka akan konversi ke jumlah porsi berdasarkan harga saat disalurkan.

Intinya: menunda tidak “menginvalidate” kewajibanmu, tapi penyaluran & nilai uangnya bisa berubah sesuai keadaan.

Kalau kondisi kronis (mis. sakit permanen/usia lanjut) — boleh bayar sekaligus untuk setahun atau seumur hidup?

Banyak lembaga zakat menerima pembayaran lump-sum untuk fidiyah per tahun (mis. bayar untuk 1 tahun fidiyah sekaligus) — ini praktis. Untuk kasus yang memang permanen, sebagian orang memilih menghitung fidiyah untuk beberapa tahun ke depan sekaligus (mis. setahun sekali).

Tapi secara syariat, yang penting adalah menghitung jumlah hari yang memang tidak bisa diganti (mis. 365 hari untuk satu tahun penuh puasa yang tak terganti). Kalau memang tidak mungkin mengganti sepanjang hidup, biasanya fidiyah dibayar untuk hari-hari yang sudah berlalu — banyak orang berkonsultasi dengan amil zakat atau ulama setempat untuk penanganan optimal.

Kalau belum mampu bayar sekarang?

Tenang aja, kalau belum bisa bayar sekarang, kamu bisa lakuin beberapa hal ini. 

  1. Catat kewajiban (berapa hari yang ditinggalkan).
  2. Buat rencana pembayaran, seperti cicil per bulan ke rekening khusus zakat/fidyah atau titip ke masjid terdekat.
  3. Pilih lembaga yang menerima cicilan — beberapa LAZ bisa bantu terima pembayaran bertahap.
  4. Utamakan niat & konsistensi — lebih baik bayar sedikit-sedikit daripada menunda tanpa rencana.

Mau bayar fidiyah tapi ke siapa?

Nggak perlu bingung kalau kamu mau bayar fidiyah. Kamu bisa kasih secara langsung maupun melalui pihak ketiga. Ini contohnya. 

  • Memberi langsung ke fakir/miskin setempat (makanan/boks) — cepat dan jelas.
  • Salurkan lewat masjid yang terpercaya.
  • Lewat lembaga zakat/Lembaga Amil Zakat (LAZ) seperti Baznas, Dompet Dhuafa, LAZISMU, dsb. Mereka biasanya punya opsi bayar online dan laporan penyaluran.

Kalau kamu pilih membayar fidiyah melalui pihak ketiga, pastikan pilih lembaga yang transparan dan punya laporan penyaluran supaya fidiyahmu tepat sasaran.

Tips Bijak Saat Bayar Fidiyah

Bayar fidiyah itu ibadah sekaligus tanggung jawab — jadi mending rapi dan terencana biar tepat sasaran dan nggak bikin pusing. Berikut tips praktis supaya fidiyahmu adil, amanah, dan sesuai syariat — plus contoh langkah yang bisa kamu langsung lakukan.

1. Cek harga makanan pokok lokal — biar jumlah fidiyah sesuai & adil

Hal ini penting karena nilai fidiyah biasanya dikonversi dari takaran bahan pokok ke uang. Harga berbeda tiap daerah, jadi pakai angka lokal biar penerima benar-benar dapat porsi layak.

Cara praktis:

  • Cek harga beras/gabah/beras premium di pasar tradisional terdekat atau marketplace lokal (contoh: harga 5 kg beras di pasar + toko online).
  • Hitung takaran per hari (mis. 0,675 kg = 1 mud) × jumlah hari → dapat berat total.
  • Kalau mau bayar pakai uang: kalikan berat total dengan harga per kg saat ini.

Contoh: 7 hari × 0,675 kg = 4,725 kg. Jika harga beras Rp12.000/kg → 4,725 × 12.000 = Rp56.700 → bulatkan jadi Rp57.000 atau sesuai kebijakan LAZ.

Tips ekstra: simpan bukti harga (foto/nota) kalau lembaga/masjid minta referensi.

2. Catat jumlah hari puasa yang ditinggalkan — supaya nggak kelupaan

Nggak jarang kamu lupa sama jumlah puasa yang ditinggalkan ini, apalagi kalau ketinggalan beberapa hari selama Ramadan.

Cara praktis:

  • Buat catatan sederhana (notes di HP atau kertas) dengan format: tanggal puasa ditinggalkan + alasan singkat (sakit/hamil/menyusui).
  • Jumlahkan hari di akhir bulan.
  • Kalau punya beberapa tahun/kejadian, buat kolom per tahun supaya jelas mana yang sudah dibayar.
    Contoh format singkat di Notes: Ramadan 2025: 3 Apr (sakit), 10 Apr (sakit) — total 2 hari
  • Simpan juga bukti medis kalau puasa ditinggalkan karena alasan kesehatan — berguna kalau butuh klarifikasi saat menyerahkan fidiyah.

3. Pilih lembaga zakat resmi — biar penyalurannya amanah & transparan

Lembaga resmi biasanya punya prosedur distribusi, laporan penyaluran, dan opsi pembayaran online sehingga fidiyah tepat sasaran.

Cara praktis memilih:

  • Cari lembaga yang terdaftar/terverifikasi (mis. Baznas, LAZ yang punya izin).
  • Cek transparansi: apakah ada laporan penyaluran atau testimoni penerima?
  • Bandingkan opsi: ada yang menerima beras langsung, nasi kotak, atau uang. Pilih sesuai preferensi.
  • Kalau ragu, tanyakan: “Bagaimana mekanisme penyaluran fidiyah? Apakah ada laporan penyaluran ke donatur?”

Banyak LAZ sediakan opsi transfer bank atau pembayaran online & kwitansi digital — praktis buat kamu yang sibuk.

4. Niat ikhlas — karena ini ibadah yang menggantikan kewajiban puasa

Niat adalah inti dari semua ibadah — tanpa niat yang jelas, amalnya jadi kurang bermakna.

Cara praktis:

  • Niat cukup diucap dalam hati sebelum atau saat menyerahkan fidiyah. Contoh niat singkat: “Saya niat membayar fidiyah untuk puasa Ramadhan yang ditinggalkan sebanyak X hari karena Allah SWT.”
  • Catat juga di notes: tanggal bayar + jumlah hari + bentuk fidiyah (beras/uang/nasi kotak) — biar ada rekam jejak ibadah.
  • Kalau mau, mintalah kwitansi atau bukti penyaluran dari lembaga sebagai dokumentasi (bukan untuk niat, tapi untuk transparansi).

5. Kalau belum mampu bayar sekaligus — bisa dicicil bertahap sesuai kemampuan

Lebih baik bayar sedikit-sedikit daripada menunda tanpa rencana.

Cara praktis nyicil:

  • Hitung total fidiyah yang harus dibayar: (harga per hari) × (jumlah hari).
  • Bagi jadi cicilan bulanan yang realistis. Contoh: total Rp600.000, cicil 3 bulan → Rp200.000/bulan.
  • Buat rekening atau tabungan kecil khusus “Fidiyah/Cicilan Ibadah” supaya dana tidak terpakai buat hal lain.
  • Konfirmasi ke LAZ/masjid apakah mereka menerima pembayaran bertahap. Banyak lembaga mau menerima cicilan dan akan mencatatkan bahwa fidiyah tersebut adalah cicilan untuk jumlah X hari.
  • Tetapkan tanggal tetap tiap bulan (mis. tanggal gajian) supaya konsisten.

Yuk, Tunaikan Fidiyah dengan Tenang!

Fidiyah bukan cuma soal “mengganti puasa,” tapi juga soal kepedulian dan niat tulus buat berbagi. Dengan niat baik, perhitungan yang benar, dan penyaluran yang tepat, ibadahmu jadi ringan tapi tetap bernilai tinggi di sisi Allah SWT.

Kalau kamu mau makin gampang atur keuangan buat ibadah, sedekah, atau kebutuhan lain, Tuwaga bisa jadi sahabat finansialmu! Di Tuwaga, kamu bisa cari info lengkap seputar produk keuangan — mulai dari kartu kredit, tabungan, deposito, KPR, hingga dana tunai properti & kendaraan.

Mau insight finansial biar makin cuan dan cerdas? Atau lagi buru promo merchant favorit di mal? Langsung aja cek TuwagaPromo buat dapetin promo dan diskon menarik sekarang juga!

Terakhir diupdate Tue, 14 October 2025
Baca selengkapnya
Bagikan ke
Explore

Cek kumpulan promo terbaru, diskon, dan cashback biar belanja makin cuan!

Yuk update insight kamu lewat berita & tren terkini yang lagi ramai dibahas!

Cek info biaya, daftar layanan, dan rekomendasi produk yang kamu butuhin!

Butuh ide liburan atau rekomendasi film? Yuk jelajahi artikel lifestyle seru di sini!

Yuk cari tahu cara-cara simpel biar aktivitasmu makin efisien!

Lagi rame apa minggu ini? Cek disini aja! Mulai dari film, event, politik, promo & lainnya lengkap!

Minggu ke-5, November 2025

🛍️ Weekly Promo

Minggu ini banyak promo kece! Cek diskon, cashback, dan penawaran spesial buat kamu

🎉 Weekly Event

Butuh referensi acara seru minggu ini? Yuk cek event pilihan yang bisa kamu datengin!

🍿 Weekly Movies

Nonton apa minggu ini? Yuk lihat daftar film bioskop & streaming yang lagi rame!

💸 Weekly Finansial

Info finansial terkini: dari harga pasar, tren ekonomi, sampai tips kelola keuangan

🏛️ Weekly Politik

Isu politik apa yang lagi ramai? Cek kabar, analisis, dan update terbaru minggu ini

Populer di 📈

Ikuti Sosial Media Tuwaga

Info terbaru tentang finansial dan Tuwaga

Scroll to Top

Ubah profil?

Yakin ingin menyimpan perubahan profil?