Bulan Puasa 2026 sudah tinggal menghitung hari dan tidak semua orang bisa menjalankan puasa Ramadhan secara penuh. Faktor usia, kondisi kesehatan, hingga keadaan tertentu sering membuat puasa menjadi hal yang berat bahkan mustahil dilakukan. Solusi syariat yang disediakan Islam adalah fidyah, yaitu denda pengganti puasa.
Jika kamu penasaran dengan fidyah dan cara membayar fidyah puasa dengan uang 2026, kamu bisa cek artikel ini yang akan membahas mulai dari siapa yang wajib, nominal fidyah, cara bayar, hingga simulasi perhitungannya.
💡 Jadi Poinnya…
- Fidyah Jadi Solusi Syar’i: Fidyah puasa berlaku bagi lansia, sakit kronis, ibu hamil/menyusui (dengan uzur tertentu), dan orang yang tak mampu qadha puasa secara permanen.
- Boleh Dibayar dengan Uang: Mengacu mazhab Hanafi dan praktik BAZNAS, fidyah boleh dibayar pakai uang dengan nominal setara makanan pokok, acuan aman sekitar Rp60.000 per hari per jiwa.
- Hitung & Salurkan dengan Tepat: Total fidyah = jumlah hari puasa × nominal per hari, lalu disalurkan ke fakir miskin, cara paling praktis lewat lembaga resmi seperti BAZNAS agar sah dan tepat sasaran.
Kenalan Bayar Fidyah Puasa Tahun 2026
Fidyah adalah denda yang wajib dibayarkan oleh seorang muslim karena meninggalkan puasa Ramadhan dan tidak mampu menggantinya dengan qadha. Bentuk fidyah pada dasarnya adalah memberi makan fakir miskin sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan.
Secara klasik, fidyah dibayarkan dalam bentuk makanan pokok. Namun, dalam mazhab Hanafiyah yang dilansir dari BAZNAS bahwa fidyah boleh dibayarkan dengan uang, yaitu dengan mengkonversikan takaran makanan pokok ke dalam nilai rupiah. Praktik ini kini banyak digunakan karena lebih praktis dan manfaatnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan penerima.
Mekanisme pembayaran fidyah dengan uang masih mengikuti prinsip yang sama: jumlah hari puasa yang ditinggalkan dikalikan nominal fidyah per hari sesuai standar wilayah atau lembaga resmi seperti BAZNAS.
Siapa yang Berhak Mengganti Puasa dengan Bayar Fidyah?
Tidak semua orang yang meninggalkan puasa boleh langsung membayar fidyah. Fidyah hanya berlaku bagi mereka yang memiliki uzur syar’i permanen, yaitu kondisi yang tidak memungkinkan untuk berpuasa kembali.
Berikut kategori orang yang wajib atau diperbolehkan membayar fidyah:
- Orang tua renta
Lansia yang secara fisik sudah tidak mampu berpuasa dan tidak ada harapan kuat untuk bisa berpuasa kembali. - Orang sakit kronis
Penderita penyakit menahun yang menurut medis tidak memungkinkan untuk berpuasa sepanjang hidupnya. - Ibu hamil dan menyusui
Jika tidak berpuasa karena khawatir terhadap kesehatan diri atau bayi. Terdapat perbedaan pendapat ulama apakah cukup fidyah atau ditambah qadha. - Orang yang meninggal dunia
Jika masih memiliki utang puasa, ahli waris boleh membayar fidyah atas nama almarhum.
Orang yang masih mungkin sembuh atau mampu berpuasa di lain waktu, seperti musafir atau sakit sementara, tetap wajib qadha dan tidak cukup dengan fidyah saja.
Ada Apa Saja Instrumen Bayar Fidyah Puasa?
Secara umum, fidyah bisa dibayarkan melalui beberapa cara berikut:
- Memberikan makanan siap santap kepada fakir miskin
- Memberikan bahan makanan pokok (beras, gandum, dll.)
- Membayar fidyah dalam bentuk uang melalui lembaga resmi
Pembayaran fidyah dengan uang semakin banyak dipilih karena praktis, mudah dihitung, dan lebih tepat sasaran bila disalurkan melalui lembaga amil zakat.
Cara Membayar Fidyah Puasa dengan Uang Tahun 2026
Membayar fidyah puasa dengan uang pada dasarnya adalah mengganti kewajiban puasa dengan nilai makanan pokok dalam bentuk rupiah, lalu disalurkan kepada fakir miskin. Agar sah dan tidak keliru, berikut langkah-langkahnya secara runtut dan praktis.
1. Hitung Jumlah Hari Puasa yang Ditinggalkan
Langkah paling awal adalah menghitung total hari puasa Ramadhan yang ditinggalkan dan tidak memungkinkan untuk diganti dengan qadha. Perhitungan harus akurat karena fidyah dibayarkan per hari puasa.
Contoh:
- Tidak puasa 7 hari karena sakit menahun
- Tidak puasa 30 hari karena usia lanjut
Jumlah hari inilah yang menjadi dasar perhitungan biaya fidyah.
2. Tentukan Nominal Fidyah per Hari
Secara ketentuan syariat:
- 1 hari puasa = 1 mud makanan pokok
- Dalam mazhab Hanafi, fidyah boleh dibayarkan dengan uang, dengan nilai setara makanan tersebut
Di Indonesia, untuk memudahkan dan menyeragamkan, lembaga resmi seperti BAZNAS menetapkan nilai fidyah dalam bentuk uang berdasarkan harga makanan layak konsumsi bagi fakir miskin.
Nominal ini berlaku per hari per jiwa, bukan per bulan.
3. Kalikan Total Hari dengan Nominal Fidyah
Setelah mengetahui:
- Jumlah hari puasa yang ditinggalkan
- Nominal fidyah per hari
Maka total fidyah tinggal dihitung dengan rumus sederhana:
Jumlah hari × nominal fidyah per hari
Hasil perkalian ini adalah total uang fidyah yang wajib dibayarkan.
4. Salurkan Uang Fidyah
Uang fidyah wajib disalurkan kepada fakir miskin, baik secara langsung maupun melalui lembaga resmi.
Pilihan penyaluran yang dianjurkan:
- Kantor BAZNAS
- Lembaga amil zakat terpercaya
- Layanan ZISWAF online (mobile banking syariah)
Penyaluran melalui lembaga resmi membantu memastikan fidyah tepat sasaran dan sesuai ketentuan syariat.
5. Membaca Niat Fidyah
Niat dilakukan saat membayarkan fidyah, cukup di dalam hati. Tidak ada lafaz baku yang wajib, yang terpenting adalah kesungguhan dan keikhlasan untuk menunaikan kewajiban.
Baca Juga 5 Cara Bayar Fidiyah Puasa: Panduan Gampang dan Nggak Ribet
Berapa Nominal Saat Ingin Bayar Fidyah?
Besaran fidyah ditentukan berdasarkan takaran makanan pokok.
- Menurut Imam Malik dan Imam Syafi’i: 1 mud makanan pokok (±0,75 kg) per hari
- Menurut mazhab Hanafi: 1,5 kg makanan pokok per hari dan boleh dikonversi ke uang
Di Indonesia, konversi ini sudah ditetapkan secara praktis oleh BAZNAS.
Standar Nominal Fidyah
Berdasarkan SK Ketua BAZNAS No. 07 Tahun 2023, nilai fidyah dalam bentuk uang ditetapkan sebesar:
Rp60.000 per hari per jiwa
(untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya)
Nilai ini digunakan sebagai acuan aman dan lazim, serta diperkirakan masih relevan untuk tahun 2026 dengan penyesuaian harga kebutuhan pokok.
Kemana Harus Menyalurkan Dana Fidyah?
Dana fidyah wajib disalurkan kepada fakir miskin. Agar lebih aman dan tepat sasaran, kamu dianjurkan menyalurkannya melalui:
- Kantor BAZNAS
- Lembaga amil zakat terpercaya
- Masjid atau pengelola zakat resmi
Penyaluran melalui lembaga resmi membantu memastikan fidyah diterima oleh yang berhak dan dikelola secara amanah.
Simulasi Bayar Fidyah pada Bulan Puasa 2026
Misalnya kamu meninggalkan puasa 10 hari dan mengikuti standar fidyah Rp60.000 per hari:
- 5 hari × Rp60.000 = Rp300.000
- 10 hari × Rp60.000 = Rp600.000
- 15 hari × Rp60.000 = Rp900.000
- 30 hari × Rp60.000 = Rp1.800.000
Jika utang puasa selama 30 hari, maka total fidyah yang perlu dibayarkan adalah Rp1.800.000. Pembayaran bisa dilakukan sekaligus atau dicicil selama Ramadhan.
Keringanan Puasa, Kewajiban Bayar Fidyah
Islam memberikan keringanan bagi umatnya, namun keringanan tersebut tetap disertai tanggung jawab. Fidyah adalah bentuk kepedulian sosial sekaligus penyempurna ibadah bagi mereka yang tidak mampu berpuasa.
Kamu sudah paham mengenai Fidyah, kalau kamu penasaran dengan produk keuangan lainnya setelah memenuhi kewajiban di Tuwaga aja!
FAQ Seputar Bayar Fidyah Puasa Tahun 2026
1. Apakah fidyah boleh dibayar dengan uang?
Boleh, menurut mazhab Hanafi, dengan syarat nilainya setara makanan pokok.
2. Kapan waktu terbaik membayar fidyah?
Bisa saat Ramadhan, di akhir Ramadhan, atau setelahnya sebelum Ramadhan berikutnya.
3. Apakah fidyah bisa dibayar sekaligus?
Bisa, tidak wajib harian.
4. Apakah fidyah menggugurkan qadha puasa?
Hanya untuk orang yang tidak mampu berpuasa secara permanen.
5. Apakah nominal fidyah sama di setiap daerah?
Tidak selalu, tergantung harga makanan pokok di wilayah masing-masing.















































