Buat pelaku bisnis, cara menjual barang online ke luar negeri itu semudah kamu menyiapkan produk yang siap ekspor, memilih platform jualannya (marketplace global seperti Amazon/Etsy/eBay atau website sendiri), lalu mengatur pembayaran + pengiriman internasional yang aman.
Kedengarannya besar? Tenang, kalau alurnya kamu pecah jadi langkah-langkah kecil, prosesnya justru bisa terasa lebih jelas dan realistis. Yuk, kita bahas satu per satu biar kamu bisa mulai dengan percaya diri.
Jadi, Poinnya…
- Mulai dari Platform yang Udah Ada Pasarnya: Marketplace global bikin kamu langsung ketemu calon pembeli luar negeri, tinggal pastikan produk dan listing kamu siap bersaing.
- Listing Bagus = Mesin Order: Foto rapi, judul SEO-friendly, dan deskripsi jelas itu bukan kosmetik, itu faktor yang bantu produkmu muncul di pencarian dan dipercaya buyer.
- Pengiriman & Aturan = Penentu Aman: Sebelum jualan, cek aturan kategori dan siapkan pengiriman yang proper. Sekali buyer puas, peluang repeat order makin besar.
Kenapa Jualan ke Luar Negeri Itu Menarik Banget?
Banyak UMKM Indonesia punya produk yang menarik di mata pembeli global, mulai dari fashion (batik, rajut), kerajinan, home decor, sampai makanan kemasan (yang tentu harus sesuai aturan). Pasar luar negeri punya potensi besar karena:
- Daya beli lebih tinggi di beberapa negara (AS, Eropa, Jepang, Australia).
- Produk khas Indonesia sering dianggap unik dan premium.
- Kamu bisa bangun brand yang nilainya naik dari waktu ke waktu.
Kuncinya bukan cuma “upload produk lalu nunggu order”, tapi perlu strategi yang rapi.
Cara Mulai Jualan di Luar Negeri
1. Pilih Jalur Jualan yang Paling Cocok
Ada 3 jalur populer buat mulai ekspor online:
- Marketplace global (Amazon, eBay, Etsy, Alibaba, dll): Cocok buat yang pengin akses pembeli internasional lebih cepat. Minusnya: aturan ketat dan fee platform.
- Website sendiri + SEO + iklan: Cocok buat bangun brand jangka panjang dan kontrol penuh. Minusnya: butuh waktu lebih lama buat traffic.
- Hybrid (marketplace + website): Biasanya paling sehat: marketplace buat “mesin order”, website buat branding dan repeat customer.
Kalau kamu masih pemula, marketplace global bisa jadi start yang paling praktis. Yang penting, mulai dari yang realistis dulu.
2. Siapkan Dokumen Wajib Sebelum Daftar
Kalau kamu mau jualan di marketplace besar seperti Amazon, biasanya kamu perlu:
- Identitas diri (KTP/SIM/paspor yang masih berlaku). Paspor sering lebih mudah karena sudah ada bahasa Inggris.
- Bukti alamat (bank statement atau tagihan kartu kredit). Tujuannya untuk verifikasi bahwa alamat kamu valid.
- Kartu kredit (sering jadi syarat di platform tertentu). Ini biasanya untuk penagihan biaya layanan/fee, jadi pastikan kartunya aktif dan bisa transaksi internasional.
- Rekening penerima dana internasional: Banyak seller pakai layanan penampung dana (misalnya akun pembayaran internasional seperti PayPal) agar transfer ke bank Indonesia lebih efisien.
Kalau dokumen ini siap, proses pendaftaran jauh lebih mulus. Tenang, kamu nggak harus langsung jadi eksportir gede, yang penting pondasinya dulu rapi.
3. Tentukan Produk yang Aman & “Laku Global”
Sebelum semangat upload, cek 3 hal ini dulu:
- Permintaan pasar: Cari produk sejenis di marketplace tujuan. Lihat: harga, review, variasi, dan jumlah penjualan (kalau terlihat).
- Aturan kategori: Beberapa barang butuh izin khusus. Contoh:
- Makanan/minuman/obat: bisa terkait izin (misalnya BPOM untuk sisi Indonesia, dan regulasi negara tujuan).
- Elektronik: sering ada batas jumlah/ketentuan tertentu.
- Tumbuhan/hewan/ikan: biasanya butuh dokumen karantina.
- Ketahanan pengiriman: Barang rapuh = risiko komplain tinggi. Kalau bisa, mulai dari produk yang packaging-nya mudah dan aman dikirim.
4. Bikin Listing yang “Nendang” (Bukan Sekadar Cantik)
Di marketplace global, listing itu ibarat etalase. Ada 3 kunci utama:
a. Foto produk yang rapi
Untuk banyak platform, foto utama biasanya diminta:
- Background putih polos
- Tanpa watermark
- Produk terlihat jelas
Tambahkan beberapa foto pendukung: close-up detail, ukuran, cara pakai, dan konteks penggunaan.
b. Judul & deskripsi yang SEO-friendly
Jangan asal “Produk Bagus Banget”. Pembeli luar negeri nyari pakai kata kunci. Contoh pola yang sering efektif:
- Brand/jenis produk + bahan + ukuran + manfaat + target pengguna
Gunakan bullet points biar gampang dibaca. Pembeli global suka yang ringkas tapi jelas.
c. Harga yang kompetitif (tapi tetap masuk hitungan)
Strategi aman untuk toko baru:
- Mulai dengan harga kompetitif untuk dapat order & review awal.
- Setelah review terkumpul dan listing stabil, baru optimasi margin.
Ingat, di awal kamu sedang beli “kepercayaan” pembeli. Review itu aset.
Baca Juga: Cara Beli Barang Dari Luar Negeri Lewat Marketplace: Taobao sampai Amazon!
5. Atur Pengiriman Internasional Biar Pembeli Nggak Kapok
Pengiriman ke luar negeri itu bukan cuma soal “paket sampai”, tapi juga ekspektasi.
Checklist penting:
- Tulis estimasi waktu pengiriman di deskripsi (lebih baik jujur daripada bikin buyer kecewa).
- Packing harus niat: bubble wrap, double box, anti lembap (kalau perlu).
- Pilih ekspedisi internasional yang sesuai budget & kebutuhan speed.
Kalau bisnismu sudah makin besar, kamu bisa mempertimbangkan model fulfillment (misalnya stok di gudang luar negeri lewat layanan tertentu) supaya pengiriman lebih cepat. Tapi ini opsional, buat pemula, kirim dari Indonesia dulu juga oke kok.
6. Siapkan Sistem Pembayaran yang Aman
Pembeli internasional butuh metode pembayaran yang familiar. Umumnya:
- Kartu kredit/debit
- Payment processor (tergantung platform)
- Metode lain sesuai marketplace
Yang penting buat kamu: pahami fee dan kurs, supaya profit nggak “bocor halus” tanpa sadar.
Pastikan Stepnya Benar!
Mulai jualan global memang terasa “gede”, tapi sebenarnya kamu cuma perlu jalur yang jelas: pilih platform, siapkan dokumen, optimasi listing, lalu rapikan pengiriman dan pembayaran. Kalau kamu konsisten, peluangnya besar, apalagi untuk produk lokal yang punya ciri khas sendiri.
Biar strategi finansial bisnismu juga makin mantap, Tuwaga bisa jadi tempat andalan kamu untuk cari informasi lengkap seputar produk finansial: kartu kredit, tabungan, KTA, deposito, hingga dana tunai properti & kendaraan.
Kamu juga bisa baca artikel-artikel insight finansial yang relevan, dan bahkan apply produk keuangan langsung di Tuwaga. Oh ya, jangan lupa cek TuwagaPromo juga, siapa tahu ada promo dan diskon menarik di merchant favorit kamu di mall.















































