/
/
/
5 Jurusan Kuliah dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi di Indonesia, Manajemen Teratas

5 Jurusan Kuliah dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi di Indonesia, Manajemen Teratas

 21 views
Ditulis oleh

Daftar isi

Dunia perkuliahan seringkali digambarkan sebagai gerbang menuju masa depan cerah dan karier impian. Namun, realitasnya bisa jadi lebih kompleks. Bagi sebagian lulusan, pencarian kerja setelah meraih gelar sarjana justru menjadi tantangan tersendiri. Berbagai survei dan analisis terus dilakukan untuk memetakan kondisi pasar tenaga kerja, termasuk mengidentifikasi jurusan-jurusan yang memiliki tingkat pengangguran lebih tinggi. Temuan ini penting agar calon mahasiswa dapat membuat pilihan yang lebih bijak dan pemerintah serta institusi pendidikan dapat merancang strategi yang tepat.

Jurusan Kuliah dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi di Indonesia

Sebuah analisis mendalam yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) baru-baru ini mengungkap data yang cukup mengejutkan mengenai tingkat pengangguran di kalangan lulusan strata satu (S1) di Indonesia. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Agustus 2025, teridentifikasi lima bidang studi yang paling banyak menyumbang angka pengangguran lulusan sarjana. Kelima jurusan ini secara kolektif mendominasi hampir 40% dari total pengangguran yang memiliki gelar sarjana.

Temuan ini, yang dipublikasikan dalam laporan bertajuk “Ketika Akses Pendidikan Tinggi Bertambah, Apakah Pasar Kerja Siap?”, menunjukkan adanya kesenjangan antara output pendidikan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja yang sesungguhnya. Laporan ini tidak hanya menyoroti jumlah pengangguran, tetapi juga fenomena lain yang tak kalah mengkhawatirkan, yaitu banyaknya lulusan sarjana yang akhirnya bekerja pada sektor atau posisi yang sebenarnya tidak memerlukan kualifikasi S1. Hal ini mengindikasikan adanya potensi ketidaksesuaian antara kompetensi yang diajarkan di perguruan tinggi dengan keterampilan yang dicari oleh industri.

Manajemen di Puncak Daftar Pengangguran

Posisi teratas dalam daftar jurusan dengan tingkat pengangguran tertinggi ditempati oleh Manajemen. Dengan porsi mencapai 10,3%, jurusan ini menjadi yang paling banyak ditemukan di antara para pengangguran bergelar sarjana. Angka ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat Manajemen merupakan salah satu jurusan yang paling diminati oleh calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Popularitasnya yang tinggi seringkali berbanding lurus dengan jumlah lulusan yang dihasilkan setiap tahunnya.

Ada beberapa faktor yang mungkin berkontribusi terhadap tingginya angka pengangguran di lulusan Manajemen. Salah satunya adalah persaingan yang sangat ketat di pasar kerja. Dengan banyaknya lulusan yang memiliki latar belakang serupa, perusahaan cenderung lebih selektif dalam merekrut. Selain itu, tuntutan industri yang semakin berkembang mengharuskan lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis, kemampuan adaptasi, dan pemahaman mendalam tentang tren bisnis terkini. Lulusan yang kurang memiliki keunggulan kompetitif atau spesialisasi yang dicari mungkin akan kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai.

Hukum dan Ekonomi Menyusul di Posisi Kedua dan Ketiga

Tak jauh berbeda dengan Manajemen, jurusan Hukum juga menunjukkan angka pengangguran yang signifikan. Dengan 9,0% dari total pengangguran sarjana, lulusan hukum menjadi kelompok terbesar kedua yang belum terserap sepenuhnya oleh pasar kerja. Permintaan terhadap tenaga profesional di bidang hukum memang ada, namun ketersediaan lulusan yang sangat banyak serta spesialisasi yang dibutuhkan di berbagai sektor industri (seperti hukum korporat, hukum pidana, hukum internasional) mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian lulusan untuk menemukan jalur karier yang tepat.

Di posisi ketiga, jurusan Ekonomi juga masuk dalam daftar yang perlu diwaspadai. Sebanyak 8,7% dari pengangguran sarjana berasal dari bidang studi ini. Mirip dengan Manajemen, Ekonomi adalah bidang studi yang luas dengan berbagai spesialisasi seperti akuntansi, keuangan, dan pembangunan ekonomi. Tingginya jumlah lulusan Ekonomi setiap tahunnya, ditambah dengan kebutuhan pasar kerja yang spesifik, dapat menyebabkan kesulitan bagi sebagian lulusan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi dan harapan mereka.

Pendidikan dan Akuntansi Melengkapi Lima Besar

Jurusan Pendidikan, yang mencakup berbagai spesialisasi keguruan dan ilmu pendidikan, menempati posisi keempat dengan tingkat pengangguran sebesar 7,1%. Meskipun profesi guru selalu dibutuhkan, tantangan seperti penempatan kerja, skala gaji, serta kualifikasi spesifik yang diminta oleh sekolah-sekolah tertentu dapat mempengaruhi tingkat penyerapan lulusan. Selain itu, persaingan untuk mendapatkan posisi di sekolah favorit atau di daerah perkotaan bisa jadi lebih ketat.

Melengkapi lima besar adalah jurusan Akuntansi, dengan porsi 5,1% dari total pengangguran sarjana. Akuntansi merupakan bidang yang sangat penting bagi setiap organisasi. Namun, seperti halnya bidang lain, jumlah lulusan yang banyak dan persaingan yang ketat menjadi faktor utama. Lulusan yang tidak memiliki sertifikasi tambahan seperti CPA (Certified Public Accountant) atau memiliki pengalaman magang yang relevan mungkin menghadapi tantangan lebih besar dalam mencari pekerjaan dibandingkan dengan mereka yang memiliki kualifikasi lebih.

Implikasi dan Rekomendasi

Data ini memberikan gambaran penting bagi calon mahasiswa, orang tua, institusi pendidikan, dan pemerintah. Bagi calon mahasiswa, penting untuk tidak hanya memilih jurusan berdasarkan minat, tetapi juga mempertimbangkan prospek karier, kebutuhan pasar kerja, dan potensi persaingan. Melakukan riset mendalam mengenai industri terkait dan keterampilan yang dibutuhkan adalah langkah bijak. Institusi pendidikan perlu terus mengevaluasi kurikulum mereka agar relevan dengan perkembangan zaman dan tuntutan industri, serta memperkuat program-program pengembangan karier dan penempatan kerja bagi lulusan.

Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya juga memiliki peran krusial dalam menciptakan ekosistem yang mendukung penyerapan tenaga kerja. Ini bisa mencakup fasilitasi program magang yang lebih luas, pelatihan keterampilan tambahan yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta insentif bagi perusahaan yang bersedia merekrut lulusan baru. Mengatasi isu pengangguran lulusan sarjana membutuhkan pendekatan multi-dimensi yang melibatkan kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah demi menciptakan lulusan yang siap kerja dan berkontribusi optimal bagi pembangunan bangsa.

Terakhir diupdate Thu, 13 August 2026
Baca selengkapnya

Tentang Penulis

Bagikan ke
Explore

Cek kumpulan promo terbaru, diskon, dan cashback biar belanja makin cuan!

Yuk update insight kamu lewat berita & tren terkini yang lagi ramai dibahas!

Cek info biaya, daftar layanan, dan rekomendasi produk yang kamu butuhin!

Butuh ide liburan atau rekomendasi film? Yuk jelajahi artikel lifestyle seru di sini!

Yuk cari tahu cara-cara simpel biar aktivitasmu makin efisien!

Lagi rame apa minggu ini? Cek disini aja! Mulai dari film, event, politik, promo & lainnya lengkap!

Minggu ke-2, September 2026

🛍️ Weekly Promo

Minggu ini banyak promo kece! Cek diskon, cashback, dan penawaran spesial buat kamu

🎉 Weekly Event

Butuh referensi acara seru minggu ini? Yuk cek event pilihan yang bisa kamu datengin!

🍿 Weekly Movies

Nonton apa minggu ini? Yuk lihat daftar film bioskop & streaming yang lagi rame!

💸 Weekly Finansial

Info finansial terkini: dari harga pasar, tren ekonomi, sampai tips kelola keuangan

🏛️ Weekly Politik

Isu politik apa yang lagi ramai? Cek kabar, analisis, dan update terbaru minggu ini

Populer di 📈
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Ikuti Sosial Media Tuwaga

Info terbaru tentang finansial dan Tuwaga

Scroll to Top

Ubah profil?

Yakin ingin menyimpan perubahan profil?