Gabung Tuwaga Club! dapatkan tools
finansial senilai Rp300rb GRATIS!

Gabung Sekarang
/
/
/
6 Cara Kerja Blockchain, Terdesentralisasi dan Digital

6 Cara Kerja Blockchain, Terdesentralisasi dan Digital

Ditulis oleh
 138 views
Terakhir diupdate Tue, 18 February 2025
cara kerja blockchain

Cara kerja blockchain makin sering dibahas karena teknologi ini nggak cuma buat Bitcoin, tapi juga bisa diterapkan di berbagai industri. Mulai dari keuangan, logistik, hingga keamanan data, blockchain membawa transparansi dan efisiensi dalam sistem digital.

Bayangin blockchain seperti buku besar digital yang mencatat semua transaksi secara otomatis, aman, dan nggak bisa diubah sembarangan. Setiap transaksi dicatat dalam “blok”, lalu dihubungkan dengan blok sebelumnya, membentuk rantai data yang terenkripsi dan nggak bisa dimanipulasi.

Nah, gimana sih cara kerja blockchain yang bikin teknologi ini jadi revolusioner? Yuk, kita bahas lebih lanjut!

💡 Key Takeaways

  1. Teknologi Masa Depan: Blockchain bukan cuma buat cryptocurrency! Teknologi ini bisa diterapkan di industri keuangan, logistik, kesehatan, hingga sistem voting digital.
  2. Keamanan dan Transparansi: Blockchain bekerja dengan sistem hashing dan desentralisasi, sehingga data tidak bisa diubah sembarangan dan dapat diverifikasi oleh siapa saja.
  3. Efisien dan Tanpa Perantara: Dengan sistem peer-to-peer, blockchain menghilangkan kebutuhan pihak ketiga dalam transaksi, sehingga lebih cepat, aman, dan murah.

Cara Kerja Blockchain: Simpel, Aman, dan Transparan! 🚀

Blockchain bekerja dengan prinsip desentralisasi dan keamanan tinggi. Artinya, nggak ada satu pihak pun yang bisa mengontrol seluruh sistem, dan setiap transaksi yang terjadi tercatat secara transparan dalam jaringan. 

Nah, gimana sih cara kerja blockchain secara lebih detail? Yuk, kita bahas langkah-langkahnya!

1. Proses Transaksi: Permintaan Dicatat di Jaringan

Semua dimulai ketika seseorang ingin melakukan transaksi, entah itu mengirimkan cryptocurrency seperti Bitcoin, menandatangani smart contract, atau mencatat dokumen digital di blockchain. Setiap transaksi ini akan dibuat dalam bentuk data digital yang kemudian dikirim ke jaringan blockchain.

📌 Contoh:
Kamu ingin mengirim 1 Bitcoin ke temanmu. Kamu membuat transaksi lewat dompet digital, dan permintaan tersebut masuk ke jaringan blockchain.

2. Verifikasi Transaksi oleh Jaringan (Mining atau Validasi) 🛡️

Setelah transaksi dikirim, jaringan komputer yang disebut node akan mulai melakukan verifikasi. Proses ini memastikan transaksi valid dan tidak ada yang melakukan double-spending (menggunakan koin yang sama dua kali).

🔍 Metode verifikasi yang umum digunakan:

  • Proof of Work (PoW) – Digunakan oleh Bitcoin, sistem ini melibatkan “penambang” yang harus memecahkan teka-teki matematika kompleks untuk memvalidasi transaksi. Ini disebut sebagai “mining.”
  • Proof of Stake (PoS) – Digunakan oleh Ethereum 2.0, sistem ini memungkinkan verifikasi dilakukan oleh pemilik koin dalam jumlah tertentu tanpa memerlukan energi besar seperti mining.

📌 Contoh:
Setelah kamu mengirim 1 Bitcoin ke temanmu, jaringan akan memastikan bahwa kamu memang memiliki saldo Bitcoin yang cukup dan transaksi tersebut valid sebelum disetujui.

3. Pengelompokan Transaksi dalam Blok

Setelah transaksi diverifikasi, transaksi tersebut akan dikelompokkan bersama transaksi lainnya dalam sebuah blok. Satu blok biasanya berisi ratusan hingga ribuan transaksi tergantung kapasitas blockchain yang digunakan.

📌 Contoh:
Jika kamu mengirim 1 Bitcoin ke temanmu, transaksi tersebut masuk ke dalam blok yang juga berisi transaksi dari orang lain yang mengirim atau menerima Bitcoin di waktu yang sama.

4. Penyegelan Blok dengan Kriptografi (Hashing) 🔐

Blok yang sudah berisi transaksi akan dikunci atau “disegel” menggunakan teknik kriptografi yang disebut hashing. Hash ini adalah kode unik yang mengamankan isi blok dan menghubungkannya ke blok sebelumnya.

Bagaimana hashing bekerja?

✅ Setiap blok punya hash unik yang dihasilkan dari data di dalamnya.
✅ Jika ada perubahan dalam satu transaksi di dalam blok, hash akan berubah drastis dan jaringan langsung tahu ada yang mencoba memanipulasi data.

📌 Contoh:
Blok yang berisi transaksi Bitcoin kamu dikunci dengan kode hash tertentu, dan kode ini akan jadi bagian dari blok berikutnya untuk menjaga kesinambungan rantai.

5. Penambahan Blok ke Rantai Blockchain 🔗

Blok yang sudah di-hash dan diverifikasi akan ditambahkan ke blockchain, membentuk rantai blok yang saling terhubung. Inilah yang membuat blockchain disebut sebagai “rantai blok.”

📌 Contoh:
Setelah semua transaksi dalam blok terverifikasi dan di-hash, blok tersebut akan ditambahkan ke blockchain Bitcoin, memperpanjang sejarah transaksi yang ada.

6. Distribusi Salinan Blockchain ke Seluruh Jaringan 🌎

Setelah blok baru ditambahkan, salinan terbaru dari blockchain akan diperbarui di semua node (komputer yang terhubung ke jaringan). Dengan cara ini, semua peserta di jaringan memiliki catatan yang sama dan mencegah manipulasi data.

📌 Contoh:
Jaringan Bitcoin akan mengupdate semua node dengan transaksi terbaru. Jadi, semua orang bisa melihat bahwa kamu memang sudah mengirim 1 Bitcoin ke temanmu.

Kenapa Blockchain Itu Aman? 🔒

Blockchain terkenal dengan keamanannya yang sulit ditembus. Kenapa?

Desentralisasi – Tidak ada server pusat, semua data disimpan di ribuan komputer di seluruh dunia.
Kriptografi Hashing – Data dalam blockchain diamankan dengan kode hash unik, yang hampir mustahil diubah.
Sistem Konsensus – Transaksi hanya bisa terjadi jika mayoritas node dalam jaringan setuju bahwa transaksi tersebut valid.

📌 Contoh:
Jika ada peretas yang mencoba memanipulasi data dalam blockchain, mereka harus mengubah semua salinan blockchain di seluruh dunia secara bersamaan. Ini hampir mustahil dilakukan karena tingginya jumlah node yang ada.

Blockchain = Transparansi + Keamanan + Efisiensi

Blockchain mengubah cara transaksi digital dilakukan dengan menciptakan sistem yang terdesentralisasi, aman, dan transparan. Setiap transaksi diverifikasi oleh jaringan dan disimpan secara permanen dalam rantai blok yang tidak bisa diubah tanpa persetujuan mayoritas jaringan.

Dengan teknologi ini, berbagai industri seperti keuangan, logistik, hingga kesehatan bisa memanfaatkan blockchain untuk menciptakan sistem yang lebih efisien dan aman.

Mau tahu lebih banyak soal blockchain, crypto, dan investasi digital lainnya? Kunjungi Tuwaga buat dapetin insight terbaru tentang dunia keuangan dan teknologi! 

Bagikan ke

Tentang Penulis

Ikuti Sosial Media Tuwaga

Info terbaru tentang finansial dan Tuwaga

Scroll to Top

Ubah profil?

Yakin ingin menyimpan perubahan profil?