Pernahkah Anda merasa baju yang baru dicuci justru berbau apek? Aroma tidak sedap ini seringkali berasal dari mesin cuci yang kotor. Penumpukan residu detergen, serat kain, jamur, hingga bakteri bisa mengendap di tabung dan bagian lain mesin cuci Anda. Akibatnya, alih-alih bersih, pakaian malah jadi lembap dan bau. Membersihkan mesin cuci secara rutin memang sering terlupakan, padahal ini adalah kunci agar pakaian tetap segar dan terhindar dari bau apek. Kabar baiknya, Anda tidak perlu repot membongkar mesin cuci untuk membersihkannya. Dengan beberapa bahan sederhana yang ada di rumah, Anda bisa membuat mesin cuci kembali bersih dan higienis. Mari kita simak 5 cara mudah membersihkan mesin cuci tanpa perlu membongkar.
1. Manfaatkan Kekuatan Cuka Putih dan Baking Soda
Cuka putih dan baking soda adalah dua sahabat terbaik untuk membersihkan berbagai perabot rumah tangga, termasuk mesin cuci. Keduanya memiliki kemampuan ampuh untuk menghilangkan noda, membunuh bakteri, serta menetralisir bau tidak sedap. Cuka putih dikenal sebagai disinfektan alami yang efektif mengangkat kerak detergen dan jamur yang menempel di dinding tabung mesin cuci. Sementara itu, baking soda berfungsi sebagai pembersih abrasif ringan yang bisa menggosok kotoran tanpa merusak permukaan mesin, sekaligus menyerap bau.
Cara menggunakannya pun sangat mudah. Untuk mesin cuci bukaan depan (front loading), tuangkan sekitar dua cangkir cuka putih ke dalam laci detergen atau langsung ke dalam tabung. Jalankan mesin cuci dengan siklus pencucian terpanas dan terlama tanpa pakaian. Setelah siklus selesai, taburkan setengah cangkir baking soda ke dalam tabung, lalu jalankan lagi mesin cuci dengan siklus terpanas dan terlama. Untuk mesin cuci bukaan atas (top loading), Anda bisa menggunakan takaran yang sama, yaitu dua cangkir cuka putih dan setengah cangkir baking soda. Pastikan air terisi penuh saat Anda memasukkan kedua bahan ini sebelum menjalankan siklus pencucian terpanas.
2. Gunakan Fitur Tub Clean dengan Air Panas
Banyak mesin cuci modern dilengkapi dengan fitur khusus bernama ‘Tub Clean’ atau ‘Self Clean’. Fitur ini dirancang khusus untuk membersihkan bagian dalam tabung mesin cuci secara menyeluruh. Biasanya, fitur ini akan menjalankan siklus pencucian dengan air bersuhu sangat tinggi dan putaran yang kuat untuk mengangkat kotoran yang menempel. Penggunaan air panas sangat efektif dalam membunuh kuman, bakteri, dan jamur yang menjadi penyebab utama bau apek pada pakaian.
Jika mesin cuci Anda memiliki fitur ini, manfaatkanlah secara rutin, misalnya sebulan sekali. Cukup jalankan siklus ‘Tub Clean’ sesuai petunjuk pada buku manual mesin cuci Anda. Jika tidak ada fitur khusus ‘Tub Clean’, Anda tetap bisa mensimulasikannya dengan memilih siklus pencucian terpanas yang tersedia pada mesin Anda. Pastikan Anda menjalankan siklus ini dalam keadaan kosong, tanpa memasukkan pakaian. Untuk hasil yang lebih maksimal, Anda bisa menambahkan sedikit cuka putih atau deterjen khusus pembersih mesin cuci ke dalam tabung sebelum menjalankan siklus ini.
3. Bersihkan Filter Penjebak Serat Kain
Setiap mesin cuci, baik bukaan atas maupun bukaan depan, pasti memiliki filter yang berfungsi untuk menangkap serat kain, koin, kancing, atau benda kecil lainnya yang terlepas dari pakaian saat dicuci. Filter ini biasanya terletak di bagian depan bawah mesin cuci (untuk front loading) atau di sekitar agitator (untuk top loading). Seiring waktu, filter ini akan penuh dengan kotoran dan serat kain, yang jika dibiarkan bisa menjadi sarang bakteri dan menimbulkan bau tidak sedap.
Membersihkan filter ini sebaiknya dilakukan secara rutin, minimal sebulan sekali atau bahkan lebih sering jika Anda sering mencuci pakaian yang banyak menghasilkan serat. Untuk membersihkannya, pertama-tama matikan mesin cuci dan cabut kabel daya. Buka penutup filter (biasanya ada sekrup atau klip yang perlu dilepas), lalu keluarkan filter dengan hati-hati. Buang semua kotoran yang menempel, kemudian cuci filter di bawah air mengalir menggunakan sikat gigi bekas atau sikat kecil untuk menghilangkan sisa kotoran yang membandel. Keringkan filter sebelum memasangnya kembali ke dalam mesin cuci.
4. Lap Karet Seal dan Keringkan Bagian Pintu
Khusus untuk mesin cuci bukaan depan (front loading), karet seal yang mengelilingi pintu adalah area yang rentan menjadi tempat penumpukan kotoran, sisa deterjen, jamur, dan bakteri. Kelembapan yang terperangkap di area ini setelah siklus pencucian selesai menjadi pemicu pertumbuhan jamur. Jamur inilah yang seringkali menjadi penyebab utama bau apek pada pakaian, bahkan setelah dicuci bersih.
Setelah selesai mencuci, luangkan waktu sejenak untuk mengelap karet seal pintu menggunakan kain bersih yang lembap. Anda bisa menggunakan larutan cuka putih atau sabun cuci piring yang diencerkan untuk membersihkan area ini secara lebih mendalam. Pastikan semua sisa kotoran dan kelembapan terangkat. Selain itu, sangat disarankan untuk membiarkan pintu mesin cuci sedikit terbuka setelah digunakan. Membiarkan pintu terbuka akan membantu sirkulasi udara di dalam tabung, sehingga kelembapan cepat menguap dan mencegah pertumbuhan jamur serta bakteri. Jangan lupa juga untuk mengeringkan bagian dalam pintu dan kaca mesin cuci.
5. Bersihkan Laci Deterjen Secara Menyeluruh
Laci tempat Anda memasukkan deterjen cair, bubuk, atau pelembut pakaian juga bisa menjadi sumber bau tidak sedap. Sisa-sisa deterjen dan pelembut yang mengering seringkali membentuk kerak yang sulit dibersihkan dan bisa menjadi tempat berkembang biaknya jamur serta bakteri. Jika kerak ini sudah terlalu tebal, bisa juga menghambat aliran air saat siklus pencucian berlangsung, sehingga mengurangi efektivitas pembersihan.
Untuk membersihkannya, keluarkan laci deterjen dari mesin cuci. Jika laci bisa dilepas sepenuhnya, rendam dalam air hangat yang dicampur sedikit cuka putih atau sabun cuci piring selama beberapa menit. Gunakan sikat gigi bekas atau sikat kecil untuk menggosok sisa kerak dan kotoran yang menempel. Bilas hingga bersih dan keringkan sebelum memasangnya kembali. Jika laci tidak bisa dilepas, Anda bisa menggunakan semprotan air atau kain lembap yang dicelupkan ke dalam larutan pembersih untuk membersihkan bagian dalam laci. Lakukan pembersihan ini secara rutin agar laci deterjen tetap higienis dan tidak menjadi sumber bau.
Dengan menerapkan kelima cara di atas secara rutin, Anda dapat menjaga kebersihan mesin cuci Anda tanpa perlu repot membongkar. Mesin cuci yang bersih tidak hanya membuat pakaian Anda bebas dari bau apek, tetapi juga bekerja lebih efisien dan memiliki usia pakai yang lebih panjang. Selamat mencoba!














































