Gabung Tuwaga Club! dapatkan tools
finansial senilai Rp300rb GRATIS!

Gabung Sekarang
/
/
/
Berikut Ini yang Termasuk Sebagai Biaya Tetap Adalah: Pahami & Kelola dengan Cerdas!

Berikut Ini yang Termasuk Sebagai Biaya Tetap Adalah: Pahami & Kelola dengan Cerdas!

Ditulis oleh
 1 views
Terakhir diupdate Tue, 11 March 2025
berikut ini yang termasuk sebagai biaya tetap adalah

Kelola bisnis tanpa paham biaya tetap? Bisa-bisa keuangan berantakan! 😵‍💫 Berikut ini yang termasuk sebagai biaya tetap adalah pengeluaran yang harus dibayar setiap bulan, tanpa peduli omzet naik atau turun. Gampangnya, meski toko lagi sepi, kamu tetap wajib bayar sewa, gaji karyawan, atau asuransi bisnis.

Nah, biar nggak salah hitung, yuk pahami lebih dalam apa itu biaya tetap, bedanya dengan biaya variabel, dan cara mengoptimalkannya!

Apa Itu Biaya Tetap?

Bayangkan tagihan internet di rumah—meskipun bulan ini kamu streaming 24/7 atau justru liburan panjang, biaya langganannya tetap sama. Dalam bisnis, konsep ini berlaku untuk pengeluaran yang nggak berubah dalam jangka pendek. Berikut ini yang termasuk sebagai biaya tetap, seperti:

  • Sewa tempat usaha – Mau rame atau sepi, kontraknya tetap jalan!
  • Gaji staf tetap – Manajer atau akuntan tetap dibayar penuh, meskipun produksi turun.
  • Premi asuransi karyawan – Bisnis tetap harus bayar, meski lagi slow season.
  • Biaya penyusutan aset – Mesin produksi tetap mengalami depresiasi, terlepas dari jumlah produksi.

Cek Juga: Pinjaman dengan Agunan Terbaik untuk Usaha Mikro

Bedanya Biaya Tetap vs. Biaya Variabel

Sering salah paham? Ini cara simpel bedainnya:

  1. Biaya Tetap = Selalu dibayar, nggak peduli bisnis rame atau sepi. Contohnya sewa kantor, gaji tetap, premi asuransi.
  2. Biaya Variabel = Tergantung omzet atau aktivitas bisnis. Contohnya biaya bahan baku, iklan digital, atau listrik produksi (karena bisa naik-turun).

Jadi kalau sewa gedung Rp 20 juta/bulan tetap harus dibayar meski omzet turun, itu biaya tetap. Tapi kalau budget iklan naik saat ada promo besar, itu biaya variabel.

Kenapa Biaya Tetap Harus Dipetakan?

Biar bisnis nggak kelihatan untung, padahal sebenarnya rugi! 🚨

Misalnya, bengkel mobil butuh minimal Rp 15 juta/bulan cuma buat nutup sewa, gaji, dan asuransi. Kalau omzet belum tembus angka ini? Profit belum ada!

Banyak bisnis yang keliru karena:

  • Menganggap biaya semi-variabel sebagai tetap (contoh: internet bisa upgrade/downgrade).
  • Mencampur biaya tenaga lepas dengan biaya tetap (padahal jumlahnya bisa berubah).

Cek Juga: Pinjaman Tenor Paling Panjang yang Fleksibel

Tips Cerdas Optimalkan Biaya Tetap

Punya biaya tetap itu wajar, tapi bisa dikontrol biar bisnis tetap fleksibel dengan beberapa tips ini👇

  1. Negosiasi ulang sewa – Pasar properti turun? Minta harga lebih murah sebelum kontrak diperpanjang!
  2. Outsourcing tugas administratif – Gunakan virtual assistant daripada menggaji karyawan tetap.
  3. Gunakan paket asuransi fleksibel – Pilih yang bisa disesuaikan dengan skala bisnis.
  4. Automasi kerja dengan teknologi – Software akuntansi bisa mengurangi biaya gaji tim keuangan.

Bahkan beberapa bisnis sukses mengubah biaya tetap jadi lebih fleksibel! Contohnya:
🍽️ Catering yang beralih ke cloud kitchen untuk mengurangi sewa restoran.
🚀 Startup pakai co-working space buat hindari kontrak jangka panjang.

Biaya Tetap, Tantangan atau Keuntungan?

sandwich generation

Kalau dikelola dengan benar, biaya tetap bisa jadi fondasi bisnis yang solid—bukan sekadar beban. Dengan pemetaan yang tepat, kamu bisa menghindari jebakan biaya berlebih, memperkirakan titik impas, dan mengatur strategi pertumbuhan yang lebih berani.

Mau belajar lebih banyak tentang pengelolaan keuangan bisnis? Cek Tuwaga buat insight terbaik soal KTA, kartu kredit, tabungan bisnis, dan strategi finansial lainnya. Jangan sampai bisnismu stuck gara-gara salah hitung biaya tetap!

Bagikan ke

Tentang Penulis

Ikuti Sosial Media Tuwaga

Info terbaru tentang finansial dan Tuwaga

Scroll to Top

Ubah profil?

Yakin ingin menyimpan perubahan profil?