Biaya beasiswa LPDP 2026 sebenarnya mencakup apa saja, dan apakah benar semua kebutuhan studi benar-benar ditanggung?
Pertanyaan ini hampir selalu muncul di benak calon pendaftar LPDP, terutama mereka yang sedang menimbang kesiapan finansial sebelum melangkah lebih jauh.
Tidak sedikit yang khawatir soal uang kuliah, biaya hidup bulanan, hingga kebutuhan tak terduga selama studi, baik di dalam maupun luar negeri.Keresahan ini wajar.
Beasiswa LPDP memang dikenal komprehensif, tetapi detail komponen pembiayaan seringkali belum dipahami secara utuh. Akibatnya, banyak calon awardee ragu melanjutkan pendaftaran karena takut masih harus menanggung biaya besar secara pribadi.
Di sinilah pentingnya memahami biaya beasiswa LPDP 2026 secara menyeluruh. Artikel ini akan membahas update terbaru skema LPDP 2026, jenis program beasiswanya, komponen biaya yang ditanggung hingga biaya yang tidak ditanggung.
Simak sampai akhir ya!
💡 Jadi Poinnya…
- LPDP = Beasiswa Full Coverage: Biaya beasiswa LPDP 2026 mencakup uang kuliah, riset, hingga biaya hidup bulanan, baik dalam maupun luar negeri.
- Ada Biaya yang Tetap Pribadi: Transport harian, komunikasi, pembelian aset pribadi, dan kebutuhan non-akademik tidak ditanggung LPDP.
- Paham Detail = Studi Lebih Tenang: Memahami komponen biaya sejak awal bantu kamu hindari salah asumsi dan lebih siap secara finansial selama studi.
Update Skema Terbaru dari Beasiswa LPDP 2026
Tahun 2026 menjadi titik penting transformasi LPDP. Pendaftaran Beasiswa LPDP resmi dibuka sejak 22 Januari hingga 23 Februari 2026, sekaligus menandai hadirnya arah kebijakan baru yang lebih impact-driven.
Melansir dari Laman LPDP, memperkenalkan Beasiswa STEM Industri Strategis dan Beasiswa SHARE, sebagai respons atas rendahnya rasio lulusan STEM Indonesia dibanding negara lain. Meski begitu, LPDP tetap menjaga keseimbangan dengan menghadirkan jalur sosial humaniora yang relevan dengan pembangunan nasional.
Selain itu, skema co-funding, double degree, joint degree, non-degree, dan kerja sama khusus diperluas agar jangkauan penerima manfaat semakin besar. Dengan total Dana Abadi mencapai Rp180 triliun, LPDP 2026 menargetkan penerima beasiswa yang lebih banyak dan beragam.
Perubahan ini penting dipahami karena berpengaruh langsung pada struktur dan komponen biaya yang ditanggung.
Mengapa Kamu Harus Memahami Komponen Biaya Beasiswa LPDP 2026?
Setelah kamu memahami arah kebijakan LPDP, langkah berikutnya adalah mengenali detail pembiayaannya.
Kini kamu juga perlu memahami komponen biaya demi menghindari adanya salah asumsi, kesusahan menyusun anggaran pribadi, dan saat menentukan pilihan kampus maupun program studi secara realistis.
Apalagi kalau kamu paham dengan baik, kamu bisa dengan mudah menjalani proses studi dengan lebih tenang tanpa kejutan finansial di tengah jalan.
Baca Juga Beasiswa LPDP 2026: Jadwal & Perubahan Terbaru (Wajib Tahu!)
Program Beasiswa LPDP 2026
Setiap program itu memiliki karakteristik dan ketentuan pembiayaan yang berbeda-beda, kamu bisa cek dibawah ini:
1. STEM Industri Strategis
- Fokus penguatan talenta industri prioritas nasional
- Jenjang S2 dan S3, dalam dan luar negeri
- Pembiayaan penuh sesuai standar LPDP
2. SHARE
- Bidang sosial, humaniora, seni, dan ekonomi
- Jenjang S2 dan S3 dengan kampus prioritas
- Menekankan dampak sosial dan kebijakan
3. Kemitraan (Co-Funding), Double Degree, dan Joint Degree
- Biaya dibagi dengan mitra universitas
- Cakupan kampus lebih spesifik
- Seleksi terpisah dari jalur reguler
4. Kerja Sama Khusus
- Kerja sama institusi dalam dan luar negeri
- Bidang studi sesuai kebutuhan mitra
- Kuota terbatas dan kompetitif
5. Non-Degree
- Program singkat dan peningkatan kompetensi
- Durasi fleksibel
- Biaya disesuaikan program
Setelah kamu tahu ada program apa aja dari beasiswa lpdp, kamu juga perlu paham sama cara daftar dan biaya yang di-cover sama pihak lpdp, agar kamu tidak salah memahaminya.
Baca Juga Syarat Beasiswa LPDP S1, S2, S3 Dalam Negeri 2026 Terbaru
Komponen Biaya yang Ditanggung Beasiswa LPDP 2026
Setelah memahami jenis program beasiswanya, penting juga mengetahui biaya apa saja yang secara nyata ditanggung oleh LPDP 2026.
Dana Pendidikan
Dana pendidikan mencakup seluruh biaya akademik utama yang ditetapkan oleh perguruan tinggi tujuan.
- Dana SPP (Tuition Fee)
SPP dibayarkan penuh sesuai tagihan resmi dari universitas selama masa studi aktif.
Misalnya, biaya SPP jenjang S2 dan S3 di UGM untuk berbagai jurusan berada di kisaran Rp9 juta–Rp26 juta per semester, dan pada skema tertentu bisa mendapat potongan hingga 75%. Biaya serupa di UI dan ITB umumnya berada pada kisaran Rp15 juta–Rp30 juta per semester, dan ditanggung oleh LPDP. - Dana pendaftaran universitas
Biaya pendaftaran dan seleksi kampus tujuan dapat dibiayai oleh LPDP.
Misalnya, biaya pendaftaran S2 di UI atau ITB yang berkisar Rp750 ribu–Rp1,5 juta dapat diklaim sesuai ketentuan. - Dana tunjangan buku
LPDP menyediakan tunjangan khusus untuk menunjang kebutuhan literatur akademik.
Misalnya, pembelian buku referensi wajib atau e-book jurnal yang direkomendasikan dosen pembimbing. - Dana bantuan penelitian tesis/disertasi
Dana ini digunakan untuk mendukung proses riset akademik awardee.
Misalnya, biaya pengumpulan data, survei lapangan, atau pengolahan data tesis di UGM, UI, maupun ITB. - Dana bantuan seminar atau konferensi internasional
LPDP mendukung partisipasi awardee dalam forum akademik internasional.
Misalnya, biaya registrasi konferensi ilmiah yang mewajibkan presentasi hasil riset mahasiswa pascasarjana. - Dana bantuan publikasi jurnal internasional
Biaya publikasi artikel ilmiah dapat ditanggung sesuai kebijakan LPDP.
Misalnya, article processing charge (APC) untuk jurnal internasional bereputasi.
Biaya Pendukung
Selain biaya akademik, LPDP juga menanggung kebutuhan pendukung selama masa studi.
- Dana transportasi
LPDP menanggung biaya keberangkatan dan kepulangan awardee.
Contohnya, tiket pesawat atau transportasi antar kota menuju kampus di UI, ITB, atau UGM. - Dana aplikasi visa dan asuransi kesehatan
Kebutuhan administratif studi luar negeri ditanggung oleh LPDP.
Contohnya, biaya pengurusan visa pelajar dan asuransi kesehatan internasional. - Dana kedatangan
Dana awal diberikan untuk membantu adaptasi awal studi.
Contohnya, kebutuhan awal seperti transportasi lokal dan logistik saat pertama tiba di lokasi studi. - Dana hidup bulanan
LPDP memberikan biaya hidup rutin selama masa studi.
Contohnya, biaya hidup mahasiswa S2 dan S3 di kota Yogyakarta, Bandung, atau Depok sesuai standar LPDP. - Dana keadaan darurat (force majeure)
Dana ini disediakan untuk kondisi darurat tertentu.
Contohnya, kebutuhan medis mendesak di luar asuransi utama. - Dana lomba internasional
LPDP mendukung partisipasi kompetisi akademik tingkat global.
Contohnya, biaya registrasi lomba riset atau inovasi internasional. - Tunjangan keluarga
Tunjangan tambahan diberikan untuk awardee dengan keluarga pendamping.
Contohnya, biaya hidup tambahan bagi pasangan atau anak sesuai ketentuan LPDP. - Insentif kelulusan
LPDP memberikan insentif saat awardee menyelesaikan studi tepat waktu.
Contohnya, dana apresiasi setelah kelulusan resmi dari universitas.
Nggak cuma, biaya wajib untuk akademik kamu aja, tapi kamu juga bisa dapat uang saku selama mengenyam pendidikan melalui program beasiswanya, baik dalam negeri atau luar negeri.
Komponen Biaya yang Tidak Ditanggung Beasiswa LPDP 2026
Walaupun beasiswa LPDP 2026 mencakup banyak kebutuhan pendidikan, terdapat sejumlah biaya yang tetap menjadi tanggung jawab pribadi awardee.
- Pembelian alat dan/atau fixed asset
Biaya pembelian aset pribadi tidak termasuk dalam pembiayaan LPDP.
Contohnya, pembelian laptop baru, tablet, kamera, atau alat pendukung riset yang menjadi milik pribadi awardee. - Biaya perpindahan lokasi penelitian
Pindahnya tempat riset di luar rencana awal studi tidak dibiayai oleh LPDP.
Contohnya, biaya pembuatan visa tambahan dan asuransi kesehatan saat awardee harus riset di negara lain. - Biaya ujian atau seminar tertentu
Tidak semua ujian dan seminar kampus masuk dalam komponen pembiayaan LPDP.
Contohnya, biaya seminar internal fakultas atau ujian non-wajib yang ditetapkan oleh universitas. - Biaya pengiriman barang
LPDP tidak menanggung biaya pengiriman barang pribadi saat pindah domisili.
Contohnya, penggunaan jasa ekspedisi seperti JNE atau TIKI untuk mengirim barang dari kota asal ke kota kampus. - Biaya transkripsi dan/atau translasi
Jasa pendukung riset yang tidak tercantum dalam ketentuan resmi LPDP menjadi biaya pribadi.
Contohnya, biaya transkrip wawancara penelitian atau terjemahan dokumen akademik. - Biaya pembelian buku
Pembelian buku di luar tunjangan resmi LPDP tidak bisa diklaim.
Contohnya, membeli buku referensi tambahan yang tidak termasuk dalam daftar kebutuhan akademik kampus. - Honor tanpa bukti kuat
Honorarium tanpa bukti administrasi yang sah tidak dibiayai LPDP.
Contohnya, honor pengisi kuesioner atau pendamping riset tanpa kwitansi resmi. - Biaya transportasi lokal
Transportasi harian tidak termasuk dalam pembiayaan LPDP.
Contohnya, ongkos ojek, bus, bensin, atau parkir dari kos menuju kampus. - Biaya komunikasi
Kebutuhan komunikasi pribadi.
Contohnya, biaya pulsa, paket data internet, atau langganan komunikasi bulanan. - Biaya penggantian kerusakan barang
Kerusakan barang pribadi tidak diganti.
Contohnya, perbaikan laptop atau ponsel yang rusak selama masa studi. - Biaya tak terduga lainnya
Pengeluaran di luar ketentuan resmi LPDP tidak dapat diklaim.
Contohnya, biaya kebutuhan pribadi mendadak yang tidak berkaitan langsung dengan akademik. - Biaya transportasi tambahan dependant
LPDP tidak menanggung biaya perjalanan keluarga dari awardee.
Contohnya, tiket pesawat pasangan atau anak serta biaya kelebihan bagasi. - Biaya kepulangan non-akademik
Kepulangan di luar kepentingan studi tidak dibiayai LPDP.
Contohnya, pulang kampung saat libur panjang atau hari raya.
Finansial Pendidikan Siap, Kamu Menjalaninya dengan Tenang
Akhirnya, kamu sudah paham tentang biaya beasiswa LPDP 2026 secara utuh. Kamu bukan cuma siap mendaftar, tetapi juga siap menjalani studi tanpa beban pikiran mengenai biayanya..
Pertanyaannya sekarang, apakah kamu sudah cukup siap mengambil kesempatan besar ini?
Kalau kamu berani ambil kesempatan untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi, kamu juga bisa eksplor informasi dan produk keuangan mulai dari berbagai jenis simpanan dan tabungan yang bisa bantu finansial kamu di Tuwaga aja ya!
FAQ Seputar Biaya Beasiswa LPDP 2026
1. Kapan LPDP 2026 dibuka?
Pendaftaran Beasiswa LPDP 2026 dibuka mulai 22 Januari hingga 23 Februari 2026. Jadwal ini berlaku untuk seleksi tahap awal dan bisa berbeda untuk program kemitraan atau non-degree. Karena itu, calon pendaftar disarankan rutin memantau pengumuman resmi LPDP serta referensi jadwal terbaru agar tidak melewatkan tahapan penting seleksi.
2. Berapa biaya beasiswa LPDP?
LPDP tidak memberikan angka nominal tunggal karena pembiayaan disesuaikan dengan kebutuhan studi. Mulai dari uang kuliah, biaya hidup, hingga penelitian, semuanya dihitung berdasarkan standar universitas dan lokasi studi. Inilah mengapa LPDP disebut sebagai beasiswa penuh.
3. Beasiswa LPDP 2026 membiayai apa saja?
LPDP membiayai dana pendidikan dan biaya pendukung. Ini mencakup SPP, penelitian, seminar, transportasi, asuransi, dana hidup bulanan, hingga insentif kelulusan. Namun, beberapa biaya personal tetap tidak ditanggung dan perlu dipersiapkan mandiri.
4. Apakah LPDP meng-cover biaya hidup?
Ya, LPDP meng-cover biaya hidup melalui dana hidup bulanan. Besarannya disesuaikan dengan lokasi studi dan standar kebutuhan hidup setempat, baik dalam maupun luar negeri, sehingga awardee bisa fokus belajar.
5. Apakah LPDP mendapat uang saku?
Uang saku termasuk dalam dana hidup bulanan yang diterima awardee. Besarannya berbeda tergantung lokasi studi dan jenjang pendidikan, dan dibayarkan secara rutin selama masa studi aktif.












































