Bunga deposito Krom Bank adalah imbal hasil deposito berjangka di Krom, dengan dua pilihan utama, Krom Max (bunga lebih tinggi untuk tujuan jangka panjang) dan Krom Flex (lebih fleksibel untuk tujuan yang butuh akses dana).
Menariknya, bunga deposito Krom Max bisa hingga 8,25% per tahun, sementara Krom Flex hingga 7,75% per tahun, dan pencairan lebih awal di Krom Flex tetap bisa dapat bunga tertentu tanpa penalti.
Jadi kalau kamu lagi cari tempat “numbuhin dana” mulai dari nominal kecil, artikel ini bakal bantu kamu memahami cara memilihnya dengan aman.
Jadi, Poinnya…
- Tersedia Dua Produk Deposito: Krom Max unggul di bunga hingga 8,25% p.a., sementara Krom Flex menawarkan fleksibilitas pencairan dengan bunga sampai 7,75% p.a.
- Mulai Rp100 Ribu, Bisa Bikin Banyak Pos Tujuan: Setoran awal minimal Rp100.000 bikin deposito ini ramah pemula, dan kamu bisa membagi deposito untuk beberapa target finansial.
- Jangan Lupa Cek Aturan LPS: LPS menjamin simpanan sampai Rp2 miliar per bank per nasabah, dengan syarat bunga tidak melebihi TBP, yang pada periode 1 Okt 2025–31 Jan 2026 tercatat 3,50% untuk bank umum rupiah.
Kenalan Dulu Produk Deposito Krom Bank: Krom Max vs Krom Flex
Krom punya dua produk deposito yang karakternya beda:
1. Krom Max
Kalau tujuanmu jangka menengah–panjang dan kamu bisa menahan dana sampai jatuh tempo, Krom Max biasanya jadi opsi yang lebih pas karena bunganya lebih tinggi, yaitu hingga 8,25% per tahun.
Contoh suku bunga (sebelum pajak, bisa berubah):
- 14 hari: 7,00%
- 1 bulan: 7,50%
- 3 bulan: 7,75%
- 6 bulan: 8,00%
- 12 bulan: 8,25%
2. Krom Flex
Kalau kamu ingin deposito tapi tetap merasa “aman” karena dana bisa dicairkan sewaktu-waktu, Krom Flex menonjol karena bisa dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa penalti, dan menurut pengumuman produk Krom, pencairan lebih awal tetap mendapatkan bunga 6% p.a.
Contoh suku bunga (sebelum pajak, bisa berubah):
- 14 hari: 6,50%
- 1 bulan: 6,75%
- 3 bulan: 7,00%
- 6 bulan: 7,25%
- 12 bulan: 7,75%
Bunga Deposito Krom Bank dan Simulasi Depositonya
Di info produk Krom disebutkan pajak atas bunga deposito bersifat final 20% dari nilai bunga. Dan aturan pajak pemerintah juga menjelaskan PPh final atas bunga deposito/tabungan 20% dari jumlah bruto untuk Wajib Pajak dalam negeri.
Contoh cepat (biar kebayang):
Deposito Rp10.000.000 dengan bunga 8,25% p.a. (asumsi 12 bulan) → bunga kotor Rp825.000.
Kalau pajak final 20% → pajak Rp165.000 → bunga bersih kira-kira Rp660.000. (Ini simulasi sederhana; perhitungan detail bisa mengikuti metode bank/tenor harian.)
Keunggulan Deposito Krom Bank
Bunga deposito Krom Bank menarik karena:
- Menggabungkan bunga kompetitif dan fitur yang fleksibel. Kamu bisa pilih Krom Max untuk mengejar bunga lebih tinggi (hingga sekitar 8,25% p.a.) atau Krom Flex yang lebih luwes karena bisa dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa penalti, bahkan tetap dapat bunga tertentu saat cair lebih awal,
- Setoran awalnya ringan, mulai dari Rp100.000,
- Pilihan tenornya variatif (14 hari sampai 12 bulan), dan
- Kamu bisa bikin beberapa deposito untuk tujuan keuangan yang berbeda (biar budgeting lebih rapi).
Tapi tetap catat ya: bunga tinggi biasanya bisa di atas batas penjaminan LPS, jadi pastikan kamu paham syarat penjaminan dan cek info terbaru di aplikasi/situs resmi sebelum menaruh dana..
Aturan LPS Tentang Bunga Tinggi
Nah ini bagian yang sering kelewat karena orang keburu fokus “wah bunganya tinggi”. Krom adalah peserta program penjaminan LPS, dan simpanan dijamin LPS sepanjang memenuhi syarat, di antaranya:
- Total simpanan tidak melebihi Rp2 miliar per nasabah per bank, dan
- Bunga yang diterima tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS (TBP).
Untuk konteks, TBP LPS simpanan rupiah di bank umum pada periode 1 Oktober 2025 sampai 31 Januari 2026 tercatat 3,50%. Artinya, bunga deposito yang jauh di atas angka TBP berpotensi tidak dijamin LPS jika terjadi sesuatu pada bank (ini bukan menakut-nakuti, tapi supaya kamu ambil keputusan dengan sadar)
Prinsip sederhananya: Kalau kamu mengejar bunga tinggi, lakukan dengan porsi dana yang memang kamu siap “parkir” dan pahami risikonya. Untuk dana super-aman (dana darurat utama), banyak orang memilih instrumen yang risk profile-nya lebih sesuai.
Tips Pilih Deposito Krom Bank
Biar nggak bingung, pakai patokan ini:
- Pilih Krom Flex kalau: kamu ingin deposito tapi tetap ingin opsi dana bisa ditarik saat dibutuhkan (misalnya untuk kebutuhan yang jadwalnya bisa maju-mundur), dan kamu suka ide “tetap dapat bunga” walau cair lebih cepat.
- Pilih Krom Max kalau: kamu benar-benar menyiapkan dana untuk tujuan jangka menengah–panjang, dan kamu ingin bunga yang lebih optimal.
Pro tip ala Tuwaga: kalau kamu punya beberapa tujuan keuangan, kamu bisa “pecah” dana jadi beberapa deposito kecil, misalnya sebagian Flex (lebih luwes), sebagian Max (buat growth). Jadi kamu nggak perlu memilih salah satu doang.
Saatnya Pilih Deposito Sesuai Tujuan
Bunga deposito Krom Bank menarik karena menawarkan imbal hasil tinggi dengan pilihan produk yang jelas: Krom Max untuk optimalisasi bunga dan Krom Flex untuk fleksibilitas. Namun, karena bunga deposito ini bisa jauh di atas TBP LPS, penting untuk memahami batas penjaminan dan menempatkan dana sesuai profil risiko kamu.
FAQ Seputar Bunga Deposito Krom Bank
Bunga deposito Krom Bank bervariasi tergantung produk dan tenor. Umumnya Krom Max menawarkan bunga lebih tinggi (bisa sampai sekitar 8,25% p.a.), sedangkan Krom Flex sedikit lebih rendah tapi lebih fleksibel.
Singkatnya: Krom Max cocok untuk tujuan jangka panjang karena bunganya lebih tinggi dan idealnya ditahan sampai jatuh tempo. Krom Flex cocok kalau kamu butuh fleksibilitas karena bisa dicairkan lebih cepat tanpa penalti, dan biasanya tetap dapat bunga tertentu saat cair lebih awal.
Mulainya relatif ringan, biasanya mulai dari Rp100.000, jadi ramah buat yang ingin coba deposito tanpa mengunci dana besar.
Untuk Krom Flex, pencairan sebelum jatuh tempo umumnya tanpa penalti dan tetap ada skema bunga yang berlaku. Untuk Krom Max, umumnya lebih ditujukan untuk ditahan sampai jatuh tempo (jadi cek ketentuan pencairan di aplikasinya biar aman).
Simpanan di bank peserta LPS bisa dijamin dengan syarat tertentu, termasuk tidak melebihi batas nominal penjaminan dan bunga tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS. Karena bunga promo bisa lebih tinggi dari batas tersebut, penting untuk memahami risikonya dan cek ketentuan terbaru sebelum menempatkan dana.













































