Masih bingung bagaimana cara skrining kesehatan pakai BPJS Kesehatan? Banyak peserta JKN yang mengira skrining itu berbayar atau hanya untuk kondisi tertentu.
Padahal, skrining BPJS Kesehatan adalah layanan gratis yang wajib dilakukan sebelum berobat di Faskes Tingkat Pertama.
Supaya lebih jelas, yuk, simak panduan lengkap cara skrining BPJS Kesehatan 2026 berikut ini.
💡 Jadi Poinnya…
- Skrining BPJS Itu Gratis: Skrining riwayat kesehatan adalah layanan gratis BPJS Kesehatan dan wajib dilakukan peserta JKN aktif sebelum berobat ke FKTP.
- Cukup Setahun Sekali: Skrining dilakukan 1 kali dalam 1 tahun lewat Mobile JKN atau website resmi, dan hasilnya berlaku selama 12 bulan.
- Jadi Syarat Akses FKTP: Mulai akhir 2025, skrining menjadi syarat sebelum mengakses layanan Faskes Tingkat Pertama, jadi sebaiknya dilakukan lebih awal.
Apa Itu Skrining BPJS Kesehatan?
Skrining BPJS Kesehatan adalah program pengisian riwayat kesehatan mandiri bagi peserta JKN-KIS. Program ini tidak berupa pemeriksaan fisik atau tes laboratorium.
Skrining dilakukan dengan mengisi kuesioner melalui aplikasi Mobile JKN atau website resmi BPJS Kesehatan.
Berdasarkan ketentuan terbaru BPJS, peserta cukup melakukan skrining 1 kali dalam 1 tahun, dan hasilnya berlaku selama 12 bulan.
Tujuan utama skrining adalah mendeteksi risiko penyakit tidak menular sejak dini. Beberapa di antaranya diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Data ini akan menjadi acuan tenaga medis di Faskes saat peserta datang berobat.
Waktu terbaik melakukan skrining yaitu sebelum berkunjung ke FKTP. Namun, bagi peserta yang belum pernah skrining sama sekali, pengisian bisa dilakukan kapan saja.
Pentingnya Skrining Kesehatan
Mulai September 2025, skrining riwayat kesehatan resmi diberlakukan sebagai syarat sebelum mengakses layanan FKTP. Kebijakan ini bukan tanpa alasan.
1. Deteksi Penyakit Sejak Dini
Banyak penyakit serius tidak menunjukkan gejala di awal. Skrining membantu mengenali risiko sebelum kondisi memburuk.
2. Penanganan Medis Lebih Tepat
Dokter dapat memahami kondisi pasien lebih cepat karena data kesehatan sudah tercatat di sistem.
3. Mencegah Komplikasi
Penyakit yang terdeteksi lebih awal memiliki peluang pengobatan yang lebih baik.
4. Riwayat Kesehatan Terdokumentasi
Hasil skrining tersimpan di sistem BPJS dan bisa digunakan kapan saja saat dibutuhkan.
Baca Juga: 5 Cara Berobat Menggunakan BPJS: Gampang dan Nggak Ribet!
Syarat Skrining Menggunakan BPJS Kesehatan
Sebelum melakukan skrining, pastikan kamu memenuhi syarat berikut:
- NIK sesuai KTP
- Nomor kartu BPJS Kesehatan atau nomor peserta JKN
- Status kepesertaan JKN aktif
- Smartphone atau laptop dengan koneksi internet stabil
- Akun Mobile JKN yang sudah terverifikasi (jika lewat aplikasi)
- Mengetahui riwayat kesehatan pribadi dan keluarga.
Skrining kesehatan sendiri wajib bagi peserta JKN aktif yang terdaftar di Klinik Pratama, Dokter Praktik Perorangan, Dokter Gigi Perorangan, dan Puskesmas (berlaku penuh mulai Oktober 2025).
Cara Skrining BPJS Kesehatan

Lantas, bagaimana cara cara skrining BPJS Kesehatan terbaru?
Di tahun 2026, tidak ada perubahan prosedur terkait skrining BPJS Kesehatan. Langkah-langkahnya masih sama seperti tahun sebelumnya, yaitu:
Skrining via Mobile JKN
- Unduh aplikasi Mobile JKN di Google Play Store atau App Store.
- Login menggunakan akun yang terdaftar.
- Di halaman utama, klik Menu Lainnya.
- Lalu, pilih menu Skrining Riwayat Kesehatan.
- Pilih anggota keluarga yang akan dilakukan skrining.
- Baca petunjuk pengisian dengan saksama, lalu klik Setuju.
- Isi kuesioner yang terdiri dari 44 soal terkait kondisi kesehatan.
- Periksa kembali jawaban.
- Klik Simpan dan hasil skrining otomatis tersimpan.
Skrining via Website
- Buka situs webskrining.bpjs-kesehatan.go.id.
- Masukkan NIK dan tanggal lahir.
- Sistem akan menampilkan data kepesertaan.
- Isi seluruh pertanyaan skrining.
- Pastikan data terisi lengkap.
- Klik Simpan.
- Unduh bukti skrining dalam format PDF.
Bukti skrining sebaiknya disimpan karena bisa diminta saat berkunjung ke Faskes.
Tips agar Skrining Lancar
Supaya proses skrining berjalan tanpa kendala, perhatikan beberapa tips berikut ini:
- Siapkan NIK dan nomor BPJS sebelum mulai
- Gunakan jaringan internet yang stabil
- Jawab pertanyaan dengan jujur
- Jangan terburu-buru saat mengisi
- Simpan atau screenshot hasil skrining
- Lakukan di waktu senggang agar lebih fokus.
Baca Juga: Perbedaan BPJS Mandiri dan Pemerintah: Mana yang Paling Cocok Buat Kamu?
Dengan memahami cara skrining BPJS Kesehatan 2026, kamu tidak hanya mematuhi aturan terbaru, tapi juga melindungi kesehatan secara lebih terencana.
Apalagi, prosesnya gratis, mudah, dan bisa dilakukan dari rumah hanya dengan modal internet dan HP. Jangan tunda, lakukan skrining sebelum kamu benar-benar membutuhkannya, ya.
Di Tuwaga, kamu bisa eksplor berbagai tips keuangan dan investasi yang bantu keuanganmu makin sehat dan terarah.
Kamu juga bisa cek, bandingkan, dan ajukan tabungan, deposito, kartu kredit, dana tunai kendaraan, hingga pinjaman tanpa jaminan (KTA) dari berbagai bank secara resmi dan tanpa biaya tambahan, lho!
FAQ Seputar Skrining BPJS Kesehatan 2026
1. Apakah wajib melakukan skrining BPJS?
Ya. Mulai September 2025, skrining menjadi syarat wajib sebelum mengakses layanan FKTP.
2. Cara cek NIK apakah sudah terdaftar di BPJS Kesehatan?
Kamu bisa mengeceknya melalui aplikasi Mobile JKN atau menghubungi Care Center BPJS Kesehatan 165.
3. Skrining BPJS Kesehatan apakah gratis?
Gratis. Tidak ada biaya tambahan karena sudah ditanggung dalam program JKN.
4. Apakah skrining harus dilakukan setiap berobat?
Tidak. Skrining cukup dilakukan 1 kali per tahun dan berlaku selama 12 bulan.
5. Jika belum skrining, apakah bisa ditolak berobat?
Bisa. FKTP berhak meminta peserta menyelesaikan skrining terlebih dahulu sebelum pelayanan.














































