Kerja di Jepang jadi impian banyak anak muda yang pengen cari pengalaman, gaji tinggi, dan lingkungan kerja yang profesional. Apalagi dengan tren #KaburAjaDulu, banyak yang mulai kepikiran buat cari peluang kerja di luar negeri, termasuk di Negeri Sakura! 🇯🇵✨
Tapi, sebelum berangkat, ada beberapa hal yang wajib kamu siapkan. Dari syarat administrasi, kemampuan bahasa Jepang, hingga biaya hidup di Jepang—semua harus diperhitungkan biar nggak zonk pas sampai di Jepang.
Yuk, simak panduan lengkapnya biar persiapanmu makin matang dan peluang kerja di Jepang makin dekat!
💡Key Takeaways:
- Bahasa Jepang Wajib: Minimal lulus JLPT N4, tapi kalau mau gaji dan peluang lebih besar, targetkan N3 atau N2.
- Siapkan Biaya Rp30-50 Juta: Mulai dari kursus bahasa, ujian JLPT, medical check-up, hingga visa dan paspor.
- Pilih Jalur yang Tepat: Kamu bisa mulai dari magang (gaji Rp12-20 juta), SSW (Rp21-30 juta), atau Engineer (Rp700 juta/tahun).
Syarat yang Harus Disiapkan!
Lagi kepikiran buat kerja di Jepang karena tren #KaburAjaDulu? Sebelum packing koper, pastikan kamu udah memenuhi syarat-syarat ini biar prosesnya lancar!
- Bahasa Jepang – Minimal N4 di JLPT biar komunikasi lebih mudah. Kalau mau kerja di bidang profesional, N2 atau N1 lebih direkomendasikan.
- Ijazah & Kualifikasi – Minimal lulusan SMA, tapi untuk pekerjaan teknis atau kantoran, biasanya butuh D3/S1 yang sesuai dengan bidang kerja.
- Kesehatan Fisik & Mental – Harus lolos tes kesehatan untuk memastikan kamu fit buat kerja di Jepang.
- Dokumen Wajib – Siapkan paspor, visa kerja, CV dalam bahasa Jepang, ijazah, surat kesehatan, dan dokumen lain yang diterjemahkan ke bahasa Jepang.
- SKCK (Opsional) – Walaupun nggak selalu wajib, beberapa perusahaan meminta Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) sebagai bukti bebas kriminal.
Usia minimal untuk bekerja di Jepang biasanya 18 tahun, dan batas maksimalnya tergantung pekerjaan yang dilamar.
Mau Kerja di Jepang? Ini Rincian Biaya yang Harus Disiapkan!
Pengen kerja di Jepang tapi masih bingung harus siapin biaya apa aja? Selain gaji yang lebih tinggi dibanding di Indonesia, bekerja di Jepang juga butuh modal awal buat persiapan dokumen, pelatihan, dan keperluan administratif lainnya. Nah, biar nggak kaget, yuk cek rincian biaya kerja di Jepang berikut ini!
1. Biaya LPK di Indonesia: Pendaftaran & Pendidikan
Buat yang pengen kerja di Jepang lewat jalur pemagangan atau SSW (Specified Skilled Worker), biasanya harus daftar ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dulu. Biaya pendidikan dan administrasi di LPK berkisar Rp25 juta – Rp35 juta tergantung program dan durasi pelatihan.
📌 Tips Hemat:
- Pilih LPK yang sudah resmi dan terdaftar di Disnaker atau IM Japan.
- Cek apakah ada program beasiswa atau subsidi dari pemerintah daerah.
Pastikan biaya sudah mencakup kursus bahasa, pelatihan teknis, dan biaya administrasi.
2. Biaya Belajar Bahasa Jepang 🗣️
Biar makin siap kerja di Jepang, wajib banget bisa bahasa Jepang! Biasanya, syarat minimal yang dibutuhkan adalah lulus JLPT N4 atau NAT-Test Level 4. Biaya kursusnya bervariasi tergantung tempat dan level yang dipilih.
💰 Estimasi Biaya Kursus Bahasa Jepang:
- LPK Bina Cerdas: Rp5.000.000 untuk pelatihan lengkap.
- LBI UI: Mulai dari Rp1.760.000 per tingkat.
- LPK Wiratama: Rp500.000 – Rp1.200.000 per level.
- Balai Bahasa UPI: Rp850.000 per kursus.
- Evergreen: Rp2.250.000 untuk 5 bulan (belum termasuk pendaftaran & buku).
📌 Tips Hemat:
- Belajar secara mandiri lewat YouTube atau aplikasi seperti Duolingo, Bunpo, atau Mondly.
- Ikut kelas komunitas atau program belajar bahasa Jepang gratis dari Kedutaan Jepang.
3. Biaya Ujian JLPT (Japanese Language Proficiency Test) ✍️
Kalau udah belajar, saatnya tes! Ujian JLPT (Japanese Language Proficiency Test) jadi salah satu syarat utama buat kerja di Jepang.
💰 Estimasi Biaya Tes JLPT:
- N1: Rp250.000
- N2: Rp220.000
- N3: Rp200.000
- N4: Rp150.000
- N5: Rp140.000
📌 Tips Hemat:
- Pilih level ujian yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaanmu.
- Persiapkan diri dengan belajar dari buku JLPT atau latihan soal online biar nggak perlu ikut ujian ulang.
4. Biaya Medical Check-Up (MCU) 🏥
Sebelum berangkat ke Jepang, kamu wajib melakukan medical check-up (MCU) untuk memastikan kondisi kesehatanmu fit buat bekerja. Biaya tes kesehatan ini bervariasi tergantung tempat dan jenis pemeriksaan.
💰 Estimasi Biaya Medical Check-Up:
- Rumah Sakit Standar: Rp1.000.000 – Rp2.000.000
- Rumah Sakit Besar: Rp2.300.000 – Rp5.500.000
📌 Tips Hemat:
- Cek apakah perusahaan Jepang tempat kamu bekerja menanggung biaya medical check-up.
- Pilih rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan LPK atau agensi kerja.
5. Biaya Paspor & Dokumen Perjalanan
Buat yang belum punya paspor, jangan lupa siapin biaya buat bikin paspor sebelum kerja di Jepang!
💰 Estimasi Biaya Pembuatan Paspor 2025:
- E-Paspor 5 tahun: Rp650.000
- E-Paspor 10 tahun: Rp950.000
- Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) untuk WNI: Rp100.000
- SPLP untuk Orang Asing: Rp150.000
📌 Tips Hemat:
- Kalau memungkinkan, buat e-paspor karena lebih cepat diproses untuk mendapatkan visa Jepang.
- Daftar paspor secara online via M-Paspor biar lebih cepat dan efisien.
Kerja di Jepang memang menjanjikan gaji lebih besar, tapi butuh modal awal buat persiapan. Dari biaya kursus, ujian bahasa, hingga medical check-up, total biaya yang perlu disiapkan bisa mencapai Rp30 juta – Rp50 juta tergantung jalur yang diambil.
Pilihan Visa & Jalur yang Bisa Kamu Coba Buat Kerja di Jepang
Ada tiga jalur utama buat kerja di Jepang, mulai dari program magang hingga pekerjaan profesional di bidang teknik atau IT. Yuk, simak mana yang paling cocok buat kamu!
1. Magang (Technical Intern Training Visa)
Visa ini cocok buat kamu yang ingin bekerja di sektor non-profit seperti pertanian, perikanan, manufaktur, atau industri kecil-menengah lainnya. Magang di Jepang biasanya berlangsung 3-5 tahun dan bisa jadi batu loncatan buat karier lebih besar.
✅ Keunggulan:
- Mendapat pengalaman kerja langsung di industri Jepang,
- Bisa lanjut ke visa Takutei Ginou setelah magang selesai,
- Tersedia banyak kesempatan di berbagai sektor.
⚠ Catatan: Untuk jalur ini, kamu harus lewat Sending Organization, yaitu lembaga resmi yang bantu urus pelatihan, tempat tinggal, dan dokumen sebelum keberangkatan.
Contoh Pekerjaan:
👷♂️ Pekerja konstruksi,
🔧 Operator mesin industri,
🐟 Pekerja perikanan,
🌱 Pekerja pertanian.
2. Takutei Ginou (Specific Skilled Worker/SSW) – Jalur Paling Populer!
Kalau kamu ingin kerja di Jepang dengan gaji lebih tinggi dan pilihan sektor yang lebih luas, visa Takutei Ginou adalah opsi terbaik! Visa ini memungkinkan kamu kerja langsung tanpa harus ikut program magang dulu.
Syarat Utama:
- Lulus JLPT N4 atau JFT A2 (tes kemampuan bahasa Jepang),
- Lulus ujian Skill Worker Test (SSW) sesuai bidang pekerjaan.
💡 Jalur Mandiri Bisa!
Beda dari visa magang, Takutei Ginou bisa diajukan secara mandiri tanpa harus lewat Sending Organization. Artinya, kamu bisa lebih hemat biaya karena nggak perlu bayar ke pihak ketiga!
Contoh Pekerjaan:
🏗 Konstruksi,
🏨 Perhotelan,
👵 Perawat lansia (Care Worker),
🍣 Kuliner dan restoran.
3. Gijinkoku (Engineer Visa) – Untuk Profesional & Fresh Graduate!
Visa ini cocok buat kamu yang punya keahlian tinggi di bidang teknik, IT, atau komputer. Dibandingkan dua jalur sebelumnya, visa ini menawarkan gaji yang lebih besar dan kesempatan kerja yang lebih menjanjikan di perusahaan Jepang.
Syarat Utama:
- Pendidikan minimal D3/S1 di bidang teknik, IT, atau ilmu komputer
- Kemampuan bahasa Jepang minimal JLPT N3 (lebih tinggi lebih baik)
Contoh Pekerjaan:
💻 Programmer & IT engineer,
🏭 Mechanical & electrical engineer,
🔬 R&D & teknisi pabrik.
💡 Kelebihan Visa Ini:
- Langsung kerja di perusahaan Jepang,
- Gaji lebih tinggi dibanding visa lainnya,
- Bisa membawa keluarga setelah bekerja beberapa tahun.
Besaran Gaji Kerja di Jepang 2025
Gaji di Jepang sangat bervariasi tergantung jenis pekerjaan dan keahlian. Beberapa pekerjaan dengan demand tinggi seperti perawat (kaigo), konstruksi, dan engineer punya gaji yang menarik!
1. Gaji Magang di Jepang (Internship) 👨🔧
Buat kamu yang mau kerja di Jepang tapi masih pemula, program magang bisa jadi langkah awal!
- Rata-rata gaji magang: ¥120,000 – ¥200,000 per bulan (Rp12 juta – Rp20 juta).
- Keuntungan lain: Tunjangan makan, tempat tinggal, dan asuransi bisa diberikan tergantung perusahaan.
Kesimpulan: Meskipun gajinya nggak terlalu besar, cukup buat biaya hidup dasar dan menabung sedikit.
2. Gaji Tokutei Ginou (Pekerja Terampil) 🏗️
Program Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker/SSW) ditujukan buat tenaga kerja asing dengan keahlian khusus. Gajinya lebih tinggi dibanding magang, dan bahkan ada kesempatan buat tinggal lebih lama.
Gaji rata-rata per sektor:
- Kaigo (Perawatan): ¥223,531 / Rp23,6 juta
- Konstruksi: ¥285,339 / Rp30,1 juta
- Pengolahan Makanan: ¥223,566 / Rp23,6 juta
- Pertanian: ¥206,096 / Rp21,8 juta
📌 Kesimpulan: Lebih stabil dibanding magang, dan biasanya pekerja juga mendapatkan asuransi kesehatan serta tunjangan lainnya.
3. Gaji Engineer di Jepang 🏎️
Pekerjaan di bidang teknik atau Gijinkoku (Engineer/Specialist in Humanities/International Services) menawarkan gaji yang cukup tinggi dan lebih menjanjikan dalam jangka panjang.
Gaji rata-rata per tahun: ¥7,07 juta (sekitar Rp700 juta)
📌 Peluang kerja:
- Otomotif 🚗 (Toyota, Honda, Nissan)
- IT & Software 💻 (Softbank, Fujitsu, Sony)
- Infrastruktur 🏗️ (Hitachi, Mitsubishi)
📌 Kesimpulan: Kalau punya keahlian teknik, gaji di Jepang bisa jauh lebih besar dibanding pekerjaan lain. Bahkan, makin berpengalaman, makin tinggi pula gaji yang bisa didapat!
Kerja di Jepang Itu Bisa, Asal Siap!
💡 Mau kerja di Jepang? Jangan asal berangkat! Kamu harus siap dari segi bahasa, dokumen, biaya, dan memilih jalur yang sesuai dengan keahlianmu.
✅ Kalau baru mulai, Magang (Internship) bisa jadi langkah awal.
✅ Kalau pengen gaji lebih tinggi & kerja lebih lama, SSW (Tokutei Ginou) lebih direkomendasikan.
✅ Kalau lulusan D3/S1 & mau karier profesional, Engineer Visa adalah pilihan terbaik!
Mau tau lebih banyak soal kerja di Jepang, perencanaan keuangan, dan peluang investasi? Kunjungi Tuwaga buat dapetin insight finansial lengkap seputar KTA, kartu kredit, deposito, dan banyak lagi!