/
/
/
Pertamax Naik, Berapa Biaya Bensin Bulanan Kamu? Begini Cara Hitungnya

Pertamax Naik, Berapa Biaya Bensin Bulanan Kamu? Begini Cara Hitungnya

 1 views
Ditulis oleh
panduan hitung biaya bensin bulanan

Daftar isi

Harga BBM naik membuat banyak orang perlu menghitung ulang biaya bensin bulanan. Kenaikan harga bahan bakar, terutama BBM nonsubsidi seperti Pertamax, bisa langsung terasa bagi pengguna motor dan mobil yang dipakai setiap hari untuk kerja, sekolah, kuliah, antar anak, atau aktivitas usaha.

Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Pertamax Green 95 juga naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter. Sementara itu, Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi tetap Rp6.800 per liter.

Meski tidak semua jenis BBM naik, dampaknya tetap terasa untuk pengguna kendaraan yang memakai BBM RON 92 ke atas. Karena itu, penting untuk tahu cara menghitung biaya bensin bulanan agar pengeluaran transportasi bisa direncanakan, bukan hanya ditebak dari sisa saldo atau frekuensi isi bensin.

Kenapa Biaya Bensin Bulanan Perlu Dihitung Ulang?

Banyak orang hanya tahu “isi bensin terasa makin mahal”, tetapi tidak tahu persis berapa kenaikan pengeluaran bulanannya. Padahal, biaya bensin termasuk pengeluaran rutin yang bisa menggerus cash flow jika tidak dipantau.

Dengan menghitung biaya bensin bulanan, kamu bisa tahu apakah budget transportasi masih aman, perlu dikurangi, atau perlu strategi baru. Misalnya, mengubah rute, mengurangi perjalanan tidak penting, berbagi kendaraan, menggunakan transportasi umum pada hari tertentu, atau menyesuaikan pos pengeluaran lain.

Jenis BBMHarga SebelumHarga Setelah 10 Juni 2026Perubahan
PertaliteRp10.000/literRp10.000/literTetap
PertamaxRp12.300/literRp16.250/literNaik Rp3.950/liter
Pertamax Green 95Rp12.900/literRp17.000/literNaik Rp4.100/liter
Pertamax TurboRp20.750/literRp20.750/literTetap
Biosolar SubsidiRp6.800/literRp6.800/literTetap

Rumus Cara Hitung Biaya Bensin Bulanan

Cara menghitung biaya bensin bulanan sebenarnya cukup sederhana. Kamu hanya perlu tahu empat angka utama: jarak tempuh harian, jumlah hari penggunaan kendaraan dalam sebulan, konsumsi BBM kendaraan, dan harga BBM per liter.

Rumus dasarnya adalah menghitung dulu total jarak tempuh per bulan, lalu dibagi konsumsi BBM kendaraan. Setelah tahu kebutuhan liter per bulan, kalikan dengan harga BBM yang digunakan.

KomponenRumus
Total jarak bulananJarak pulang-pergi per hari x jumlah hari penggunaan
Kebutuhan BBM per bulanTotal jarak bulanan ÷ konsumsi BBM kendaraan
Biaya bensin bulananKebutuhan BBM per bulan x harga BBM per liter

Contoh rumus lengkapnya:

Biaya bensin bulanan = (Jarak harian x jumlah hari penggunaan ÷ konsumsi km/liter) x harga BBM per liter

Contoh Hitung Biaya Bensin Motor Setelah Pertamax Naik

Untuk pengguna motor, kenaikan harga Pertamax bisa terasa berbeda tergantung jarak tempuh dan konsumsi BBM kendaraan. Motor yang irit tentu lebih tahan terhadap kenaikan harga dibanding motor yang boros atau sering dipakai jarak jauh.

Misalnya, seseorang memakai motor untuk kerja dengan jarak pulang-pergi 30 km per hari selama 22 hari kerja. Konsumsi BBM motornya sekitar 45 km per liter. Jika memakai Pertamax Rp16.250 per liter, maka hitungannya seperti ini.

KomponenAngka
Jarak harian30 km
Hari penggunaan22 hari
Total jarak bulanan660 km
Konsumsi BBM45 km/liter
Kebutuhan BBM14,7 liter per bulan
Biaya dengan Pertamax baruSekitar Rp238.875 per bulan
Biaya dengan Pertamax lamaSekitar Rp180.810 per bulan
Selisih biayaSekitar Rp58.065 per bulan

Dari contoh ini, kenaikan biaya bulanan terlihat masih di bawah Rp100.000. Namun, jika jarak tempuh lebih jauh, motor lebih boros, atau digunakan setiap hari termasuk akhir pekan, selisihnya bisa lebih besar.

Contoh Hitung Biaya Bensin Mobil Setelah Harga BBM Naik

Untuk mobil, dampak kenaikan BBM biasanya lebih terasa karena konsumsi bahan bakarnya lebih besar dibanding motor. Apalagi jika mobil digunakan setiap hari untuk komuter, antar anak sekolah, atau aktivitas usaha.

Misalnya, mobil dipakai 40 km per hari selama 22 hari kerja. Konsumsi BBM rata-rata 12 km per liter. Jika menggunakan Pertamax Rp16.250 per liter, maka biaya bulanannya menjadi lebih besar dibanding sebelum kenaikan harga.

KomponenAngka
Jarak harian40 km
Hari penggunaan22 hari
Total jarak bulanan880 km
Konsumsi BBM12 km/liter
Kebutuhan BBM73,3 liter per bulan
Biaya dengan Pertamax baruSekitar Rp1.191.125 per bulan
Biaya dengan Pertamax lamaSekitar Rp901.590 per bulan
Selisih biayaSekitar Rp289.535 per bulan

Selisih hampir Rp300.000 per bulan cukup terasa untuk banyak keluarga. Jika dalam rumah ada dua kendaraan atau mobil digunakan setiap hari termasuk akhir pekan, dampaknya bisa lebih besar lagi.

Cara Menghitung Biaya Bensin Jika Pakai Pertalite

Karena harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter, pengguna Pertalite tidak mengalami kenaikan langsung dari perubahan harga Pertamax. Namun, biaya bensin tetap perlu dihitung agar pengeluaran transportasi tidak bocor tanpa disadari.

Misalnya, motor menempuh 660 km per bulan dengan konsumsi 45 km per liter. Kebutuhan bensinnya sekitar 14,7 liter. Jika memakai Pertalite Rp10.000 per liter, biaya bulanannya sekitar Rp147.000.

KendaraanTotal Jarak BulananKonsumsi BBMKebutuhan LiterBiaya Pertalite
Motor660 km45 km/liter14,7 literSekitar Rp147.000
Mobil880 km12 km/liter73,3 literSekitar Rp733.000

Namun, jangan langsung mengganti BBM hanya karena harga lebih murah. Gunakan bahan bakar yang sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan. Jika mesin membutuhkan oktan tertentu, memakai BBM yang tidak sesuai bisa berdampak pada performa dan perawatan jangka panjang.

Cara Cek Konsumsi BBM Kendaraan Sendiri

Angka konsumsi BBM tiap kendaraan berbeda. Bahkan, kendaraan dengan model yang sama bisa memiliki konsumsi berbeda karena gaya berkendara, kondisi jalan, tekanan ban, beban kendaraan, dan kebiasaan berhenti-jalan di kemacetan.

Karena itu, lebih baik pakai data kendaraan sendiri daripada hanya mengandalkan klaim pabrikan. Cara paling mudah adalah metode full-to-full, yaitu mengisi bensin penuh, mencatat odometer, lalu menghitung lagi setelah pengisian berikutnya.

  1. Isi BBM sampai penuh.
  2. Catat angka odometer atau trip meter.
  3. Gunakan kendaraan seperti biasa selama beberapa hari.
  4. Isi BBM penuh lagi di SPBU.
  5. Catat jumlah liter yang masuk.
  6. Catat jarak tempuh sejak pengisian sebelumnya.
  7. Hitung konsumsi BBM dengan rumus: jarak tempuh ÷ liter BBM yang terpakai.

Contoh: jika kendaraan menempuh 300 km dan saat isi ulang penuh membutuhkan 25 liter, maka konsumsi BBM-nya adalah 300 ÷ 25 = 12 km per liter.

Faktor yang Membuat Biaya Bensin Bulanan Lebih Boros

Harga BBM bukan satu-satunya penyebab biaya bensin membengkak. Kadang, pengeluaran bensin naik karena pola berkendara berubah, rute makin macet, kendaraan jarang diservis, atau ban kurang angin.

Jika biaya bensin terasa naik tajam, cek dulu apakah jarak tempuh memang bertambah atau kendaraan menjadi lebih boros. Jangan langsung menyalahkan harga BBM, karena perawatan kendaraan juga berpengaruh besar.

  • Rute harian makin macet sehingga konsumsi BBM naik.
  • Tekanan ban kurang sehingga mesin bekerja lebih berat.
  • Kendaraan jarang servis berkala.
  • Filter udara kotor.
  • Sering membawa beban berat yang tidak diperlukan.
  • Gaya berkendara agresif, sering gas-rem mendadak.
  • AC mobil terlalu dingin dan menyala terus dalam kondisi macet.
  • Mesin terlalu lama idle saat menunggu.

Tips Menghemat Biaya Bensin Bulanan Setelah BBM Naik

Setelah harga BBM naik, cara paling realistis bukan selalu mengurangi mobilitas secara ekstrem. Yang lebih masuk akal adalah mengatur perjalanan agar lebih efisien dan mengurangi kebiasaan yang membuat kendaraan boros.

Mulailah dari perubahan kecil yang mudah dilakukan: rencanakan rute, gabungkan beberapa keperluan dalam satu perjalanan, rawat kendaraan, dan pantau pengeluaran bensin setiap minggu.

  1. Catat pengeluaran bensin minimal selama satu bulan.
  2. Gunakan rute yang lebih lancar meski jaraknya sedikit lebih jauh jika lebih hemat waktu dan BBM.
  3. Gabungkan beberapa urusan dalam satu perjalanan.
  4. Kurangi perjalanan pendek yang sebenarnya bisa dilakukan dengan jalan kaki atau sepeda.
  5. Servis kendaraan sesuai jadwal.
  6. Jaga tekanan ban sesuai rekomendasi.
  7. Hindari membawa barang berat yang tidak diperlukan.
  8. Kurangi kebiasaan memanaskan mesin terlalu lama.
  9. Gunakan transportasi umum atau carpool pada hari tertentu jika memungkinkan.
  10. Buat pos khusus bensin dalam budget bulanan.

Kalau kamu sedang menata pengeluaran rumah tangga secara keseluruhan, baca juga panduan Tuwaga tentang cara menghemat listrik di rumah. Biaya bensin dan listrik sama-sama termasuk pengeluaran rutin yang terlihat kecil harian, tetapi bisa besar jika dihitung bulanan.

Simulasi Budget Bensin Berdasarkan Jarak Harian

Untuk mempermudah, berikut simulasi biaya bensin bulanan berdasarkan beberapa skenario jarak harian. Angka ini hanya perkiraan karena konsumsi BBM setiap kendaraan berbeda. Motor diasumsikan 45 km/liter, sedangkan mobil diasumsikan 12 km/liter, dengan penggunaan 22 hari per bulan.

KendaraanJarak HarianKebutuhan BBM/BulanBiaya Pertalite Rp10.000Biaya Pertamax Rp16.250
Motor20 km9,8 literRp98.000Rp159.250
Motor30 km14,7 literRp147.000Rp238.875
Motor50 km24,4 literRp244.000Rp396.500
Mobil20 km36,7 literRp367.000Rp596.375
Mobil40 km73,3 literRp733.000Rp1.191.125
Mobil60 km110 literRp1.100.000Rp1.787.500

Cara Menentukan Budget Bensin yang Aman

Setelah mengetahui estimasi biaya bensin bulanan, masukkan angka tersebut ke dalam budget rumah tangga. Jangan hanya mengandalkan “isi saat habis”, karena pola seperti itu membuat pengeluaran sulit dikontrol.

Jika biaya bensin sudah mengambil porsi terlalu besar dari penghasilan, evaluasi ulang rutinitas perjalanan. Untuk keluarga, diskusikan juga apakah semua perjalanan perlu memakai kendaraan pribadi atau bisa digabung dengan transportasi umum, antar-jemput bersama, atau kerja dari rumah jika memungkinkan.

  • Hitung biaya bensin berdasarkan data jarak dan konsumsi BBM nyata.
  • Tambahkan buffer 10-15% untuk perjalanan tak terduga.
  • Pisahkan budget bensin dari uang makan dan belanja harian.
  • Catat pengeluaran bensin mingguan agar tidak melebihi budget.
  • Jika sering melebihi budget, cek apakah penyebabnya jarak, harga, atau kendaraan yang boros.
  • Evaluasi opsi transportasi lain minimal untuk beberapa hari dalam sebulan.

FAQ Harga BBM Naik dan Biaya Bensin Bulanan

1. Bagaimana cara menghitung biaya bensin bulanan?

Gunakan rumus: jarak harian x jumlah hari penggunaan ÷ konsumsi BBM kendaraan x harga BBM per liter. Contohnya, jika jarak 30 km per hari, dipakai 22 hari, konsumsi 45 km/liter, dan harga BBM Rp16.250, biaya bulanannya sekitar Rp238.875.

2. Harga Pertamax naik jadi berapa pada Juni 2026?

Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Pertamax Green 95 juga naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

3. Apakah Pertalite ikut naik?

Tidak. Berdasarkan informasi Pertamina, Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi tetap Rp6.800 per liter pada penyesuaian harga 10 Juni 2026.

4. Berapa biaya bensin motor per bulan setelah BBM naik?

Tergantung jarak dan konsumsi BBM. Jika motor menempuh 30 km per hari selama 22 hari dengan konsumsi 45 km/liter, biaya Pertamax sekitar Rp238.875 per bulan. Jika memakai Pertalite, biayanya sekitar Rp147.000 per bulan.

5. Berapa biaya bensin mobil per bulan jika pakai Pertamax?

Jika mobil menempuh 40 km per hari selama 22 hari dengan konsumsi 12 km/liter, kebutuhan BBM sekitar 73,3 liter per bulan. Dengan harga Pertamax Rp16.250 per liter, biayanya sekitar Rp1.191.125 per bulan.

6. Apakah sebaiknya pindah dari Pertamax ke Pertalite agar hemat?

Jangan hanya melihat harga. Gunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan. Jika kendaraan membutuhkan oktan lebih tinggi, memakai BBM yang tidak sesuai bisa memengaruhi performa dan berpotensi menambah biaya perawatan jangka panjang.

Kesimpulan

Harga BBM naik membuat biaya bensin bulanan perlu dihitung ulang, terutama bagi pengguna Pertamax dan BBM nonsubsidi. Dengan rumus sederhana, kamu bisa memperkirakan pengeluaran bensin berdasarkan jarak tempuh harian, jumlah hari penggunaan, konsumsi BBM kendaraan, dan harga per liter.

Contohnya, motor dengan jarak 30 km per hari selama 22 hari dan konsumsi 45 km/liter membutuhkan biaya Pertamax sekitar Rp238.875 per bulan. Untuk mobil dengan jarak 40 km per hari dan konsumsi 12 km/liter, biaya Pertamax bisa mencapai sekitar Rp1,19 juta per bulan. Agar pengeluaran tidak membengkak, catat biaya bensin, rawat kendaraan, atur rute, dan masukkan bensin sebagai pos tetap dalam budget bulanan.

Sumber Referensi

Terakhir diupdate Mon, 29 June 2026
Baca selengkapnya

Tentang Penulis

Bagikan ke
Explore

Cek kumpulan promo terbaru, diskon, dan cashback biar belanja makin cuan!

Yuk update insight kamu lewat berita & tren terkini yang lagi ramai dibahas!

Cek info biaya, daftar layanan, dan rekomendasi produk yang kamu butuhin!

Butuh ide liburan atau rekomendasi film? Yuk jelajahi artikel lifestyle seru di sini!

Yuk cari tahu cara-cara simpel biar aktivitasmu makin efisien!

Lagi rame apa minggu ini? Cek disini aja! Mulai dari film, event, politik, promo & lainnya lengkap!

Minggu ke-5, Juni 2026

🛍️ Weekly Promo

Minggu ini banyak promo kece! Cek diskon, cashback, dan penawaran spesial buat kamu

🎉 Weekly Event

Butuh referensi acara seru minggu ini? Yuk cek event pilihan yang bisa kamu datengin!

🍿 Weekly Movies

Nonton apa minggu ini? Yuk lihat daftar film bioskop & streaming yang lagi rame!

💸 Weekly Finansial

Info finansial terkini: dari harga pasar, tren ekonomi, sampai tips kelola keuangan

🏛️ Weekly Politik

Isu politik apa yang lagi ramai? Cek kabar, analisis, dan update terbaru minggu ini

Populer di 📈
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Ikuti Sosial Media Tuwaga

Info terbaru tentang finansial dan Tuwaga

Scroll to Top

Ubah profil?

Yakin ingin menyimpan perubahan profil?