Gabung Tuwaga Club! dapatkan tools
finansial senilai Rp300rb GRATIS!

Gabung Sekarang
/
/
/
Belajar dari Penipuan Tiket Konser Online: Ciri-ciri dan Cara Menghindarinya

Belajar dari Penipuan Tiket Konser Online: Ciri-ciri dan Cara Menghindarinya

Ditulis oleh
 213 views
Terakhir diupdate Mon, 17 February 2025
waspada penipuan tiket konser

Kasus penipuan tiket konser nggak ada habisnya dari dulu. Apalagi, makin banyak artis internasional yang menggelar konser di Indonesia setelah pandemi Covid-19. Konser tahun 2025 saja, Indonesia kedatangan SEVENTEEN, Linkin Park, Green Day, hingga J-Hope BTS.

Sebenarnya, kenapa orang-orang bisa kena penipuan atau scammer tiket konser dan bagaimana cara menghindarinya? Yuk, cari tahu bareng Tuwaga di artikel ini.

💡Key Takeaways:

  1. Marak Penipuan Tiket Konser: Kuota tiket dan penjualan yang terbatas nggak sebanding sama antusiasme fans. Akhirnya, fans yang nggak kebagian tiket buka opsi “want to buy” di media sosial.
  2. Indikasi Penipuan Tiket Konser: Waspada jika penjual nggak mau kasih bukti tiket asli, menolak COD atau memberi tahu nomor WhatsApp/akun media sosial aslinya, hingga gambar tiket yang dikirim buram/sudah diedit.
  3. Tips Aman Beli Tiket dari Media Sosial: Selalu cek nomor telepon, nomor rekening, identitas asli penjual, bukti asli tiket baik melalui screenshot real time, video call, atau COD. Lalu, tolak permintaan DP lebih dari 10% harga tiket.

Kasus Penipuan Tiket Konser

Penipuan tiket konser bisa terjadi karena antusiasme tinggi dari penggemar yang pengen ikut nonton, tapi kehabisan tiketnya saat penjualan resmi. Alhasil, mereka mencari tiket lebihan di media sosial, biasanya X dan Instagram. Sering kali, mereka mencari postingan dengan keterangan “want to sell/wts” atau membuat postingan “want to buy/wtb”.

Tentu saja, itu jadi momen emas bagi oknum-oknum nakal untuk menipu. Nggak tanggung-tanggung, para penipu atau scammer mempromosikan tiket palsu yang bukan miliknya dengan menaikkan harga sangat tinggi dari harga tiket asli.

Kamu bisa cek thread korban penipuan tiket konser di bawah ini:

Akun X @zeetaoxe bahkan sampai bikin daftar akun media sosial para scammer tiket konser:

Meresahkan banget, kan. Sayangnya, tidak ada cara pasti apakah uang yang sudah ditransfer ke penipu tiket konser bisa balik lagi ke rekening kita. Karena itu, kamu perlu lebih cermat saat mau beli tiket konser dari orang lain yang dipromosikan di media sosial. Hal ini juga berlaku jika kamu ingin jastip (jasa titip) beli tiket konser ke orang lain, ya.

Sebagai antisipasi awal, kamu perlu tahu seperti apa ciri-ciri penipuan tiket konser yang bakal Tuwaga bahas selanjutnya.

Ciri-Ciri Penipuan Tiket Konser Online

Sebagai antisipasi awal, kamu perlu tahu seperti apa ciri-ciri penipuan tiket konser. Jika orang yang jual tiket konser melakukan hal-hal yang membuatmu ragu, kamu perlu waspada karena bisa jadi sedang berhadapan dengan penipu tiket konser.

Berikut ciri-ciri penipuan tiket konser yang perlu diwaspadai🙅‍♀️

  • Penjual menolak kasih bukti tiket asli, bisa melalui real time screenshot sebagai proof atau video call untuk menunjukkan tiketnya). Biasanya mereka terlalu menekankan diri “bukan scammer”, “akun asli no tipu-tipu”, “ini real akun aku”.
  • Balas chat pendek dan terkesan tidak niat.
  • Nggak mau tukar nomor WhatsApp atau akun media sosial asli.
  • Memberi bukti tiket (proof) yang sudah diedit misalnya, gambar tidak lengkap, keterangan jam/sinyal/waktu screenshot tidak real time, pakai stiker atau watermark terlalu besar, font aneh atau berbeda, gambar buram dan tidak HD.
  • Bisa kasih bukti tiket asalkan transfer setengah harga tiket atau DP lebih dulu.
  • Bisa kasih bukti tiket, tapi nggak mau menunjukkan kartu identitas, menyebutkan identitas, atau menunjukkan wajah asli.
  • Bisa Cash on Delivery (COD) tapi di lokasi yang asing atau sepi.

Cara Menghindari Penipuan Tiket Konser

Belajar dari para korban penipuan, berikut hal-hal yang harus kamu perhatikan sebelum memutuskan beli tiket konser dari orang lain di media sosial:

  • Ajak untuk pindah chat ke WhatsApp.
  • Cek nomor WhatsApp penjual di aplikasi Getcontact.
  • Cek semua akun media sosial penjual, mulai dari X, Instagram, Facebook. Caranya, kamu bisa search di Google menggunakan nama asli penjual atau username akun media sosialnya.
  • Cek apakah akun media sosialnya aktif untuk aktivitas lainnya atau tidak. Jika hanya ada postingan promosi tiket, kamu patut curiga.
  • Minta penjual untuk perlihatkan screenshot bukti tiket asli terbaru secara real time tanpa terpotong, tanpa sensor atau watermark. Tapi, nggak masalah kok, kalau penjual sensor di bagian kode tiket atau barcode.
  • Cek screenshot bukti tiket dengan teliti, perhatikan status baterai ponsel, jam, sinyal, dan nama penjual di tiket dan kartu identitas harus sama atau real time.
  • Jika ingin lebih yakin, kamu bisa minta video call untuk melihat bukti tiket aslinya. Pastikan penjual menunjukkan wajah, kartu identitas, dan tiket aslinya berupa voucher yang diunduh dari e-mail/situs atau aplikasi ticketing resmi.
  • Rekam proses video call sebagai bukti kamu.
  • Hati-hati jika penjual meminta DP lebih dari 10% harga tiket yang dijual.
  • Jika penjual meminta DP besar, sebaiknya ajak untuk Cash on Delivery (COD) atau gunakan cicilan dengan jaminan KTP/nomor telepon orang tua/keluarga dekat.
  • Jika domisili tinggal sama, ajak untuk ketemu langsung atau COD tiket aslinya.
  • Agar lebih aman, lakukan transfer DP atau pelunasan ke nomor rekening bank, bukan nomor e-wallet seperti DANA, ShopeePay, OVO, atau GoPay.
  • Cek nomor rekening penjual di situs resmi Kominfo cekrekening.id. Jika rekening pernah dilaporkan, sebaiknya patut waspada.

Tips COD Tiket Konser Aman dari Media Sosial

Bagi kamu yang terbiasa ngonser, pasti nggak asing sama istilah want to sell, want to buy, dan want to trade.

Want to sell atau WTS artinya “mau jual”. Biasanya dipakai kalau seseorang mau jual barang. Sedangkan want to buy atau WTB adalah “mau beli”, dipakai kalau orang lagi cari barang tertentu yang pengen dibeli. Terakhir, want to trade atau WTT artinya “mau tukar”, dipakai kalau seseorang pengen tukar barang, misalnya mau barter barang yang dimilikinya dengan barang lain.

Jika kamu ingin transaksi WTS, WTB, atau WTT tiket konser berjalan aman, COD adalah opsi yang disarankan. Kamu bisa bertemu langsung dengan penjual tiket dan melihat tiket aslinya.

Agar COD tiket konser aman, perhatikan tips berikut ini, ya:

  • Jangan COD sendirian, ajak teman sebagai saksi ketiga dalam transaksi.
  • COD di tempat ramai, seperti mall, kantin kampus, atau acara Car Free Day (CFD). 
  • Jika memungkinkan, COD di dekat pos satpam atau pos polisi, sekaligus meminta mereka menjadi saksi ketika bertransaksi.
  • Tetap fokus dan jangan melamun untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Sebisa mungkin, tolak pemberian makanan atau minuman yang sudah terbuka segelnya.
  • Jika memungkinkan, beri reward berupa freebies atau aksesori konser.

Jangan Sampai Jadi Korban Penipuan Tiket Konser!

Penipuan tiket konser makin banyak terjadi, terutama lewat media sosial. Jangan mudah tergiur harga murah atau klaim “no tipu-tipu” tanpa bukti jelas. Gunakan cara yang aman, seperti cek bukti tiket secara real-time, ajak COD di tempat ramai, atau beli dari sumber terpercaya.

💡 Mau lebih banyak tips tentang transaksi aman & finansial? Kunjungi Tuwaga untuk informasi lengkap tentang kartu kredit, tabungan, KTA, deposito, dan berbagai produk finansial lainnya. Baca juga artikel-artikel terbaru agar lebih cerdas dalam mengelola keuangan & menghindari modus penipuan!

Bagikan ke

Tentang Penulis

Ikuti Sosial Media Tuwaga

Info terbaru tentang finansial dan Tuwaga

Scroll to Top

Ubah profil?

Yakin ingin menyimpan perubahan profil?