Kenapa bansos belum juga cair, padahal merasa masih memenuhi syarat? Atau tiba-tiba bansos berhenti tanpa pemberitahuan jelas?
Keluhan ini makin sering muncul sejak pemerintah memperbarui sistem penyaluran bansos menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Berikut 10 penyebab utama bansos gagal cair yang wajib diketahui Keluarga Penerima Manfaat (KPM), berdasarkan pembaruan kebijakan Kementerian Sosial.
💡 Jadi Poinnya…
- Masalah Data Jadi Penyebab Utama: Bansos gagal cair paling sering karena data tidak lolos validasi DTSEN, beda NIK/Dukcapil, masuk desil 6–10, atau perubahan status ekonomi keluarga.
- Rekening & Aktivitas Keuangan Ikut Diawasi: Rekening KKS yang tidak aktif, saldo dianggap tidak wajar, atau terdeteksi transaksi mencurigakan (termasuk judi online) bisa langsung memicu penghentian bansos.
- Solusinya Aktif Update Data: KPM wajib rutin cek status di aplikasi Cek Bansos, memastikan rekening aktif, dan mengajukan pembaruan data DTSEN lewat desa, kelurahan, atau Dinsos agar bansos bisa cair kembali.
Penyebab Gagal Bansos
1. Data Tidak Lolos Validasi di DTSEN
Mulai 2025, Kemensos menggunakan DTSEN sebagai acuan utama. KPM yang datanya tidak lagi memenuhi kriteria otomatis terhapus, meski sebelumnya rutin menerima PKH atau BPNT.
2. Masuk Desil 6–10
Dalam DTSEN, penerima bansos harus berada di desil 1 sampai 5. Jika hasil pemutakhiran menunjukkan KPM masuk desil 6–10, bantuan akan dihentikan karena dianggap tidak lagi miskin atau rentan miskin.
3. Rekening KKS Tidak Aktif
Banyak bansos gagal masuk karena rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) berstatus dormant. Rekening yang tidak aktif lebih dari 6 bulan berpotensi ditolak sistem bank Himbara.
4. Data Kependudukan Tidak Sinkron
Perbedaan NIK, nama, atau tanggal lahir antara Dukcapil, DTSEN, dan bank penyalur bisa memblokir pencairan. Sistem tidak akan mentransfer dana jika satu saja data tidak cocok.
5. Perubahan Komponen PKH
Jika komponen PKH berubah, bantuan ikut dievaluasi. Contohnya anak sudah lulus sekolah, ibu tidak lagi hamil, atau lansia meninggal dunia, maka hak bantuan bisa dihentikan otomatis.
Baca Juga: NIK Tidak Terdaftar Bansos? Ini 4 Cara Mudah Mengatasinya
6. Saldo Rekening Dianggap Tidak Wajar
Kemensos memantau saldo rekening KPM. Jika ditemukan saldo jutaan rupiah yang dinilai tidak sesuai profil ekonomi, bansos bisa dihentikan sementara atau permanen.
7. Perubahan Status Ekonomi Keluarga
KPM yang sudah bekerja tetap, memiliki usaha berkembang, atau pindah ke rumah lebih layak berisiko dikeluarkan dari daftar penerima. Semua ini terdeteksi lewat pemadanan data lintas instansi.
8. Gangguan Sistem Penyaluran
Peralihan penyaluran dari PT Pos ke bank Himbara (BNI, BRI, BTN, Mandiri) atau sebaliknya kerap memicu keterlambatan. Dana sebenarnya sudah dialokasikan, tapi tertahan secara teknis.
9. Aktivitas Rekening Mencurigakan
Rekening bansos yang terdeteksi digunakan untuk judi online atau transaksi ilegal bisa langsung diblokir. Pemblokiran dilakukan untuk menjaga integritas program bansos.
10. Verifikasi Lapangan Belum Selesai
Kemensos rutin melakukan survei ulang kondisi KPM. Jika verifikasi belum tuntas atau hasilnya menyatakan KPM tidak layak, pencairan otomatis ditunda.
Baca Juga: 7 Cara Menurunkan Desil: Panduan Request Pembaruan Data di Cek Bansos
Perbarui Data Melalui DTSEN
Kalau bansos tidak cair, langkah pertama bukan menunggu, tapi cek dan perbarui data. Berikut langkah yang bisa dilakukan KPM:
- Cek status NIK melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos.
- Pastikan rekening KKS aktif di bank penyalur.
- Laporkan perubahan data keluarga ke pendamping sosial.
- Ajukan pembaruan data DTSEN melalui kelurahan atau Dinsos setempat.
- Pastikan data Dukcapil sudah sinkron.
Dalam banyak kasus, gagalnya pencairan bansos ada pada data yang belum diperbarui atau tidak sinkron.
Di sistem bansos yang makin ketat dan transparan, akurasi data adalah kunci. KPM yang aktif mengecek dan memperbaiki data punya peluang lebih besar untuk kembali menerima bantuan di 2026. Jadi, pastikan kamu update data DTKS di desa atau kelurahan setempat, ya.
Di Tuwaga, kamu bisa eksplor berbagai tips keuangan dan investasi yang bantu keuanganmu makin sehat dan terarah.
Kamu juga bisa cek, bandingkan, dan ajukan tabungan, deposito, kartu kredit, dana tunai kendaraan, hingga pinjaman tanpa jaminan (KTA) dari berbagai bank secara resmi dan tanpa biaya tambahan, lho!
FAQ Seputar Penyebab Gagal Bansos
1. Apakah bansos bisa cair susulan kalau data diperbaiki?
Bisa. Jika pembaruan DTSEN disetujui dan kuota masih tersedia, bansos dapat cair pada tahap berikutnya tanpa menunggu tahun baru.
2. Apakah semua KPM yang dicoret tidak bisa dapat bansos lagi?
Tidak. KPM bisa kembali masuk jika hasil verifikasi ulang menunjukkan kondisi ekonomi memang layak menerima bantuan.
3. Kenapa tetangga dapat bansos, saya tidak, padahal kondisi sama?
Karena penilaian bansos berbasis data individual, bukan perbandingan lingkungan.
Satu perbedaan kecil di data bisa menghasilkan keputusan berbeda.
4. Apakah rekening baru bisa dipakai untuk bansos?
Bisa, asalkan rekening terdaftar atas nama KPM dan dilaporkan ke pendamping sosial untuk sinkronisasi ulang.
5. Kapan peluang bansos 2026 paling besar?
Biasanya setelah pemutakhiran DTSEN awal tahun dan sebelum penetapan penerima tahap pertama 2026.











































