Kondisi dunia saat ini memang sedang memanas di tengah ketegangan geopolitik mengguncang Timur Tengah. Konflik antara Israel dan Iran kembali memanas dan mulai menyerang satu sama lain.
Di Tengah kondisi yang memanas ini membuat para investor khususnya saham mulai merasakan kekhawatiran. Saham sebagai salah satu aset investasi yang memiliki risiko tinggi akan dihindari.
Namun, momen seperti ini menjadi pedang bermata dua: di satu sisi menciptakan kepanikan, namun di sisi lain membuka peluang pada sektor-sektor saham tertentu. Kira-kira sektor mana saja yang berpotensi naik karena konflik ini?
💡 Jadi Poinnya…
- Sektor Energi & Emas Punya Potensi Besar: Konflik geopolitik bikin harga minyak & emas naik. Saham di sektor ini biasanya langsung kecipratan untung.
- Cek Harga Komoditas Global Tiap Hari: Pantau terus tren minyak Brent, WTI, dan harga emas. Ini penting banget buat tahu timing terbaik masuk ke saham tertentu.
- Diversifikasi Biar Nggak “All-in” di Satu Tempat: Gabungin saham migas dan emas bisa jadi strategi ampuh buat ngejaga risiko dan tetap bisa ngejar cuan.
Dampak Ekonomi Dari Perang Israel dan Iran
Ketegangan antara Israel dan Iran bukanlah hal baru. Namun, serangan terbaru menjadi sorotan karena keterlibatan langsung militer kedua negara yang sebelumnya saling ‘menyindir’ melalui proksi seperti Hizbullah, Hamas, maupun milisi-milisi lain.
Belum lagi, adanya keterlibatan Amerika Serikat dalam perang ini juga membuat ketegangan menciptakan ketegangan baru. Para pemimpin di dunia pun menyuarakan kecaman terhadap intervensi Negeri Paman Sam.
Seperti diketahui, jika konflik ini dibiarkan terus menerus ini akan memberikan dampak yang besar untuk perekonomian dunia, lebih tepatnya pada harga-harga komoditas dunia.
Menurut Josua Pardede kepala ekonom Bank Permata kepada Kontan menyatakan bahwa harga minyak berisiko melonjak tajam melampaui US$ 100 per barel.
Bahkan dalam skenario ekstrem, jika Iran membalas dengan menutup Selat Hormuz jalur penting yang dilalui 20% pasokan minyak global, harga minyak berpotensi meroket hingga US$ 130 per barel atau lebih.
Sektor-Sektor Saham yang Akan Naik
Akan tetapi, di balik ketegangan ini, akan ada beberapa sektor industri yang kiranya bisa diuntungkan karena adanya eskalasi harga minyak serta ketidakpastian ekonomi.
Berikut dua sektor di BEI yang biasanya mendapatkan sentimen positif saat terjadi konflik geopolitik seperti ini:
a. Sektor Minyak
Perusahaan yang bergerak di sektor migas akan menjadi pihak pertama yang terdampak positif dari lonjakan harga minyak dunia. Di Indonesia, beberapa saham migas yang bisa dicermati:
1. Saham MEDC (PT Medco Energi Internasional Tbk)
Emiten energi terintegrasi yang memiliki portofolio minyak dan gas di Indonesia dan luar negeri. Kenaikan harga minyak dunia biasanya langsung meningkatkan margin mereka.
Dalam seminggu terakhir harga saham MEDC sudah naik hingga 10% ini menunjukkan trend kenaikan di tengah konflik israel dan iran.
2. Saham ENRG (PT Energi Mega Persada Tbk)
Emiten migas yang juga aktif dalam eksplorasi dan produksi. Harga sahamnya sangat sensitif terhadap harga minyak dunia. Dalam seminggu terakhir harga saham ENRG sudah naik hingga 30%. Harga minyak dunia yang naik maka diikuti harga saham yang naik pula.
3. Saham ELSA (PT. Elnusa Tbk)
Emiten jasa migas yang merupakan bagian dari grup Pertamina, dengan layanan mulai dari pengeboran, pemeliharaan sumur, hingga logistik energi. Kenaikan harga minyak dunia berpotensi memberikan kenaikan pada harga sahamnya.
Terbukti dalam dua minggu terakhir harga saham elsa sudah naik 16%. Ini bisa menjadi salah satu saham yang akan melanjutkan tren kenaikan di tengah kondisi konflik peperangan saat ini.
Baca Juga: IPO Saham CDIA: 3 Fakta Menarik Saham Baru Milik Prajogo Pangestu
b. Sektor Pertambangan Emas
Disaat terjadinya perang maka sebagian besar investor akan menghindari aset investasi beresiko dan memindahkannya ke aset yang lebih aman seperti emas. Kemudian, akan membuat harga emas dunia naik walaupun harga emas dunia saat ini tengah mengalami sideways.
Beberapa emiten yang harga sahamnya ikutan naik ketika harga emas dunia naik seperti:
1. Saham MDKA (PT Merdeka Copper Gold Tbk)
Fokus pada tambang emas dan tembaga. Kenaikan harga emas akan menjadi katalis positif bagi kinerja keuangan perusahaan ini.
Dalam 2 minggu terakhir sudah naik hingga 12% sebelum akhirnya terkoreksi. Namun, secara tren masih akan melanjutkan kenaikan hanya tinggal menunggu kenaikan harga emas dunia.
2. Saham PSAB (PT J Resources Asia Pacific Tbk)
Emiten tambang emas yang cukup stabil dan memiliki sensitivitas tinggi terhadap harga emas dunia.
Harga sahamnya sudah naik hingga lebih dari 50% pada awal bulan Juni ini sebelum kemudian melanjutkan koreksi.
3. Saham ANTM (PT Aneka Tambang Tbk)
Selain nikel dan bauksit, ANTM juga memiliki tambang emas. Sentimen emas bisa mendongkrak kinerja dan harga sahamnya.
Akhir bulan Mei 2025 saham ANTM sudah mencatatkan kinerja harga yang mengalami kenaikan hingga 17% sebelum akhirnya terkoreksi dan cenderung sideways menantikan kenaikan harga emas dunia.
Strategi Investasi Saat Kondisi Perang Memanas
Investor yang ingin memanfaatkan momentum ini tetap harus berhati-hati. Harga saham sektor energi dan komoditas memang berpeluang naik, tapi volatilitas juga tinggi. Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:
- Wajib memantau dan melihat tren harga komoditas global seperti minyak Brent, WTI, dan emas setiap hari. Ini akan memberikan pengetahuan tentang bagaimana tren harga komoditas kedepannya.
Apakah harga komoditas akan masih mengalami kenaikan atau penurunan. Jika masih cenderung naik ini dapat menjadi momentum untuk segera membeli saham yang berkaitan dengan harga komoditas. - Pakai analisis teknikal untuk melihat tren saham sektor energi dan emas. Analisis teknikal akan memberikan gambaran bagaimana tren terbentuk baik uptrend, sideways dan downtrend.
- Cek juga laporan keuangan emiten untuk mengetahui siapa yang benar-benar diuntungkan dalam kondisi kenaikan harga komoditas saat ini. Setelah mempelajari bisnis dan fundamental saham akan memudahkan mengambil keputusan dalam memilih saham.
- Wajib diversifikasi sektor saham. Bisa digabung antara saham sektor emas dan migas. Ini akan menurunkan tingkat risiko dalam investasi akibat harga komoditas yang sangat volatil. Selain mengejar keuntungan tetap jaga risiko
Walaupun kondisi lagi memanas, tetap cari potensi keuntungan dan batasi risiko kerugian. Anda juga bisa mengatur ulang kembali dari aset saham yang telah dimiliki saat ini apalagi dalam beberapa hari terakhir Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami penurunan. Kondisi perang mengakibatkan investor kabur untuk menyelamatkan uang mereka.
Saatnya Bijak Cuan di Tengah Konflik
Perang memang bukan kabar baik. Tapi buat kamu yang jeli, kondisi seperti ini bisa jadi peluang emas – literally. Dengan strategi yang tepat dan pemilihan sektor yang cermat, cuan tetap bisa didapat walau dunia sedang kacau😌
Butuh info lebih lengkap soal produk keuangan lain? Tuwaga siap bantu kamu dapetin insight dan solusi finansial terbaik, mulai dari kartu kredit, tabungan, KTA, deposito, sampai dana tunai jaminan properti atau kendaraan. Nggak cuma baca, kamu juga bisa langsung apply produk keuangan yang cocok buat kamu – semuanya dari satu platform aja, di Tuwaga!
Sumber:
1. Kontan
2. Stockbit
3. Katadata