Perkembangan teknologi finansial (fintech) di Indonesia mendorong lahirnya berbagai inovasi layanan keuangan, salah satunya pinjaman online syariah. Menariknya, minat masyarakat terhadap layanan ini terus meningkat.
Laporan Global Islamic Fintech Report 2024/2025 juga mengungkapkan bahwa ekosistem fintech syariah di Indonesia. mulai dari kepatuhan syariah, regulasi, hingga cakupan layanan telah berjalan dengan baik dan sesuai syariat islam.
Melansir dari Liputan6, Ketua Klaster Syariah AFPI, Chairul Aslam, menyebutkan dengan adanya bonus demografi dan meningkatnya literasi digital anak muda yang mendorong permintaan layanan keuangan berbasis syariah.
Lantas, apa itu pinjaman online syariah dan bagaimana cara kerjanya?
💡 Jadi Poinnya…
- Halal & Bebas Riba: Pinjaman online syariah adalah pembiayaan digital tanpa bunga, tidak mengandung riba, gharar, atau maisir, dan menggunakan akad syariah yang diawasi DPS serta OJK.
- Akad Jelas & Transparan: Skema seperti murabahah, musyarakah, ijarah, hingga qardh menjelaskan margin, ujrah, tenor, dan kewajiban sejak awal tanpa biaya tersembunyi.
- Aman & Relevan Saat Ini: Cocok untuk kebutuhan konsumtif maupun produktif yang halal, selama terdaftar di OJK, punya DPS, dan proses verifikasinya masuk akal, bukan sekadar janji cair instan.
Apa Itu Pinjaman Online Syariah?
Pinjaman online syariah adalah layanan pembiayaan berbasis digital yang beroperasi sesuai prinsip syariah Islam. Artinya, sistem ini tidak menggunakan bunga (riba), tidak mengandung unsur gharar (ketidakjelasan), dan tidak melibatkan maisir (spekulasi/judi).
Sebagai gantinya, pinjaman online syariah menggunakan akad-akad syariah yang telah ditetapkan dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) serta terdaftar di OJK.
Mengenal Istilah dalam Pinjaman Online Syariah
Pastinya kamu masih bingung dengan berbagai istilah yang digunakan dalam transaksi pinjaman online syariah. Berikut istilah-istilah pentingnya::
1. Akad
Perjanjian atau kesepakatan antara pihak pemberi dana dan penerima dana.
2. Murabahah
Akad jual beli, di mana penyedia pembiayaan membeli barang lalu menjualnya kepada nasabah dengan margin keuntungan yang disepakati.
3. Ijarah
Akad sewa atas suatu manfaat atau jasa dalam periode tertentu.
4. Musyarakah
Kerja sama antara dua pihak atau lebih dengan pembagian keuntungan sesuai nisbah.
5. Mudharabah
Kerja sama antara pemilik modal dan pengelola usaha, keuntungan dibagi sesuai kesepakatan.
6. Qard
Pinjaman kebajikan tanpa imbalan keuntungan (bebas bunga).
7. Ujrah
Biaya jasa atau imbalan atas layanan tertentu.
8. Nisbah
Persentase pembagian keuntungan antara pihak-pihak yang berakad.
9. Rahn
Jaminan atau agunan dalam pembiayaan syariah.
10. Mu’nah
Biaya perawatan atau pemeliharaan barang jaminan.
Baca Juga 7 Cara Pinjam Uang di Bank Syariah Tanpa Jaminan, Proses Cepat
Mengapa Memilih Pinjaman Online Syariah?
Dibanding pinjaman online konvensional, pinjaman online syariah memiliki beberapa keunggulan:
- Bebas riba dan sesuai syariat Islam
- Transparansi akad dan biaya
- Lebih tenang secara spiritual
- Tidak ada bunga berbunga
- Diawasi DPS dan OJK
Prinsip Pinjaman Online Syariah
Pinjaman online syariah berjalan berdasarkan prinsip berikut:
1. Skema Murabahah (Jual Beli)
Nasabah membeli barang melalui penyedia pembiayaan dengan margin keuntungan yang disepakati di awal.
2. Skema Musyarakah (Kerja Sama)
Digunakan untuk pembiayaan usaha dengan sistem bagi hasil.
3. Skema Ijarah (Sewa)
Pembiayaan jasa atau manfaat, bukan uang secara langsung.
4. Skema Qardh (Pinjaman Tanpa Bunga)
Pinjaman sosial tanpa keuntungan, biasanya disertai ujrah layanan.
Syarat & Kriteria Pinjaman Online Syariah
Umumnya, syarat pengajuan meliputi:
- Warga Negara Indonesia
- Usia minimal 18–21 tahun
- Memiliki penghasilan tetap atau usaha
- Rekening bank aktif
- Penggunaan dana untuk hal halal
Baca Juga 10 Pinjaman Syariah Online Langsung Cair 2025: Cepat dan Aman!
Dokumen yang Dibutuhkan
- KTP
- NPWP (jika diperlukan)
- Rekening bank
- Slip gaji atau bukti usaha
- Dokumen pendukung sesuai akad
Cara Kerja Pinjaman Online Syariah
- Nasabah mengajukan pembiayaan melalui aplikasi
Pengajuan dilakukan secara online dengan mengisi data diri, nominal pembiayaan, serta tujuan penggunaan dana. Dalam pinjaman online syariah, tujuan dana harus jelas dan digunakan untuk kebutuhan yang halal. - Platform memverifikasi data dan kemampuan nasabah
Penyelenggara melakukan pengecekan identitas, penghasilan, dan kelayakan finansial. Selain risiko kredit, aspek kepatuhan syariah juga menjadi bagian penting dari proses ini. - Penentuan akad syariah yang sesuai kebutuhan
Setelah lolos verifikasi, platform menentukan akad yang tepat, seperti murabahah untuk pembelian barang, musyarakah untuk usaha, atau qardh untuk pinjaman tanpa bunga. - Penjelasan akad dan skema pembayaran di awal
Nasabah akan mendapatkan penjelasan mengenai isi akad, besaran margin atau ujrah, tenor, serta jadwal pembayaran. Semua ketentuan disampaikan secara transparan sebelum akad disepakati. - Penandatanganan akad secara digital
Jika nasabah setuju, akad ditandatangani secara digital. Akad ini menjadi dasar hukum pembiayaan dan memastikan transaksi berjalan tanpa riba. - Pencairan dana atau penyerahan barang
Dana atau barang dicairkan sesuai dengan akad yang digunakan. Proses pencairan dilakukan setelah seluruh tahapan selesai. - Pembayaran sesuai kesepakatan tanpa bunga
Nasabah membayar cicilan sesuai jadwal yang disepakati, tanpa bunga tambahan atau biaya tersembunyi.
Baca Juga Cara Daftar KUR Pegadaian Syariah 2026 Online dan Resmi
Keuntungan Pinjaman Online Syariah
- Bebas bunga dan riba
Pinjaman online syariah tidak mengenakan bunga. Sebagai gantinya, digunakan margin atau ujrah yang disepakati sejak awal. - Akad jelas dan transparan
Semua ketentuan pembiayaan, mulai dari akad hingga skema pembayaran, dijelaskan di awal sehingga nasabah tahu apa yang dijalani. - Lebih adil bagi nasabah
Tidak ada bunga berbunga atau denda berlebihan. Beban pembayaran tetap sesuai kesepakatan awal. - Tenang secara finansial dan spiritual
Karena sesuai prinsip syariah, nasabah dapat mengelola keuangan tanpa rasa khawatir melanggar aturan agama. - Cocok untuk kebutuhan konsumtif dan produktif
Pinjaman online syariah bisa digunakan untuk pembelian barang halal, biaya pendidikan, hingga pengembangan usaha. - Diawasi oleh OJK dan Dewan Pengawas Syariah
Pengawasan ganda ini membuat transaksi lebih aman dan sesuai aturan.
Tips Memilih Pinjaman Online Syariah yang Aman
- Pastikan terdaftar dan diawasi OJK
Legalitas adalah hal utama. Pinjaman online syariah yang resmi wajib terdaftar di OJK. - Cek keberadaan Dewan Pengawas Syariah (DPS)
DPS memastikan seluruh produk dan operasional platform benar-benar sesuai prinsip syariah. - Pahami akad sebelum menyetujui pengajuan
Jangan hanya fokus pada nominal pinjaman. Pastikan kamu memahami jenis akad, skema pembayaran, dan kewajiban yang harus dipenuhi. - Perhatikan transparansi biaya dan tenor
Platform yang aman akan menjelaskan margin, ujrah, dan tenor secara terbuka tanpa biaya tersembunyi. - Waspadai janji pencairan instan tanpa verifikasi
Proses yang terlalu mudah dan tanpa pengecekan biasanya patut dicurigai. - Cek ulasan dan reputasi penyelenggara
Pengalaman pengguna lain bisa menjadi gambaran kualitas pelayanan dan profesionalisme platform.
Pinjaman online syariah hadir sebagai solusi pembiayaan modern yang halal, transparan, dan beretika. Kamu telah memahami akad, prinsip, dan cara kerjanya, sehingga dapat memanfaatkan layanan ini secara bijak dan aman.
Jika digunakan sesuai kebutuhan dan kemampuan, pinjaman online syariah bukan hanya solusi finansial, tetapi juga jalan menuju pengelolaan keuangan yang lebih berkah.
Kalau kamu mau cek dan bandingkan berbagai produk keuangan yang memiliki pinjaman online syariah, kamu bisa kunjungi Tuwaga aja!
FAQ Seputar Pinjaman Online Syariah
1. Apakah pinjaman online syariah termasuk riba?
Tidak, karena tidak menggunakan bunga.
2. Benarkah pinjaman syariah tanpa riba?
Ya, menggunakan akad dan margin yang disepakati.
3. Apakah bank syariah bebas bunga?
Benar, bank syariah tidak mengenakan bunga.
4. Meminjam uang di bank syariah apakah ada bunganya?
Tidak ada bunga, hanya margin atau bagi hasil.
5. Apakah bank syariah membuka pinjaman online?
Ya, beberapa bank dan fintech syariah sudah menyediakan layanan digital.
6. Apa hukum pinjam uang di bank syariah?
Diperbolehkan selama sesuai prinsip syariah.
7. Apa bedanya ujrah dan bunga?
Ujrah adalah biaya jasa, bukan keuntungan dari pinjaman.
8. Apakah semua pinjaman online syariah aman?
Aman jika terdaftar di OJK dan diawasi DPS.
9. Apakah pinjaman syariah bisa untuk usaha?
Bisa, biasanya menggunakan akad musyarakah atau mudharabah.
10. Apakah pinjaman syariah lebih mahal?
Tidak selalu, karena biaya sudah disepakati sejak awal.














































