Kebutuhan modal usaha sebesar Rp 50 juta seringkali jadi titik krusial bagi pelaku UMKM. Nominal ini cukup besar untuk ekspansi usaha, beli stok, atau menambah alat produksi. Namun, tidak semua pelaku usaha nyaman dengan pinjaman berbunga.
Di sinilah KUR Pegadaian Syariah Rp 50 Juta hadir sebagai solusi. Skema pembiayaan ini dirancang khusus untuk pelaku usaha yang ingin mendapatkan modal tanpa riba, sesuai prinsip syariah Islam, dengan proses yang relatif mudah dan terjangkau.
💡 Jadi Poinnya…
- Bebas Riba & Transparan: KUR Pegadaian Syariah Rp 50 juta menggunakan akad Rahn, tanpa bunga, hanya biaya pemeliharaan (mu’nah) yang disepakati di awal sesuai prinsip syariah.
- Angsuran Terjangkau & Tenor Fleksibel: Dengan estimasi mu’nah sekitar 6% per tahun dan tenor hingga 36 bulan, cicilan bisa disesuaikan dengan kemampuan bayar UMKM.
- Cocok untuk UMKM Naik Kelas: Dirancang bagi pelaku usaha yang sudah berjalan minimal 6 bulan, butuh modal produktif, dan ingin pembiayaan lebih mudah tanpa sistem konvensional.
Apakah Ada KUR Pegadaian Syariah Rp 50 Juta?
Jawabannya ya, ada.
Pegadaian menyediakan produk KUR Syariah dengan plafon pembiayaan hingga Rp 50 juta untuk pelaku usaha mikro dan kecil.
KUR Pegadaian Syariah ini merupakan program pembiayaan produktif yang ditujukan untuk UMKM yang:
- Sudah memiliki usaha berjalan
- Membutuhkan tambahan modal
- Belum sepenuhnya bankable
Plafon maksimal bisa mencapai Rp 50 juta, namun tetap menyesuaikan hasil analisis kelayakan usaha dari pihak Pegadaian.
Bagaimana Skema KUR Pegadaian Syariah Nominal Rp 50 Juta?
KUR Pegadaian Syariah tidak menggunakan sistem bunga seperti kredit konvensional. Skema utamanya adalah:
1. Akad Rahn (Gadai Syariah)
- Tidak ada bunga
- Tidak ada unsur riba
- Nasabah hanya dikenakan biaya pemeliharaan (mu’nah)
2. Tujuan Pembiayaan
Dana KUR Syariah digunakan khusus untuk kebutuhan produktif, seperti:
- Modal usaha
- Pembelian bahan baku
- Penambahan alat produksi
- Pengembangan usaha
3. Sistem Pembayaran
- Angsuran tetap
- Dibayar per bulan
- Biaya mu’nah sudah disepakati di awal
Skema ini cocok untuk pelaku usaha yang ingin pembiayaan transparan dan sesuai syariat Islam.
Baca Juga Cara Daftar KUR Pegadaian Syariah 2026 Online dan Resmi
Berapa Angsuran KUR Pegadaian Syariah Rp 50 Juta?
Besaran angsuran KUR ini bergantung pada tenor (jangka waktu) dan besaran biaya mu’nah yang ditetapkan.
Biaya Mu’nah KUR Pegadaian Syariah
Salah satu keunggulannya adalah tidak ada bunga. Sebagai gantinya, Pegadaian menerapkan biaya pemeliharaan (mu’nah) sekitar 0,14 persen per bulan, atau setara kurang lebih 6 persen per tahun.
Biaya mu’nah ini tergolong ringan dan jauh lebih rendah dibandingkan kredit konvensional, sehingga angsuran terasa lebih terjangkau dan transparan.
Pilihan Tenor
Umumnya tersedia pada 12, 24 dan 36 bulan.
Simulasi Angsuran KUR Pegadaian Syariah Rp 50 Juta (Estimasi)
| Tenor | Estimasi Angsuran/Bulan |
| 12 bulan | ± Rp 4 – 4,5 juta |
| 24 bulan | ± Rp 2,2 – 2,5 juta |
| 36 bulan | ± Rp 1,6 – 1,9 juta |
Catatan:
Angka di atas bersifat simulasi. Angsuran sebenarnya bisa berbeda tergantung kebijakan cabang Pegadaian dan hasil analisis usaha.
Baca Juga Syarat Pinjam Uang KUR Syariah di Pegadaian, Cepat Cair!
Keunggulan KUR Pegadaian Syariah
Mengapa banyak UMKM memilih produk layanan ini? Ini beberapa keunggulannya:
1. Bebas Riba
Tidak menggunakan bunga, hanya biaya pemeliharaan sesuai akad syariah.
2. Proses Relatif Cepat
Pengajuan bisa langsung ke kantor Pegadaian terdekat tanpa proses berbelit.
3. Cocok untuk UMKM
Dirancang untuk pelaku usaha mikro dan kecil yang belum bankable.
4. Tenor Fleksibel
Bisa disesuaikan dengan kemampuan bayar nasabah.
5. Jaringan Pegadaian Luas
Tersedia di ribuan outlet Pegadaian di seluruh Indonesia.
Baca Juga Pinjaman Pegadaian Tanpa Jaminan: Bisa untuk Modal Usaha!
Syarat dan Kriteria Pengajuan
Syarat Dokumen Umum
Untuk mengajukannya kamu perlu menyiapkan beberapa hal ini:
- KTP pemohon
- Kartu Keluarga (KK)
- Surat Nikah (jika sudah menikah)
- Surat Keterangan Domisili (jika alamat berbeda)
- NIB atau izin usaha (IUMK/SIUP)
- Bukti usaha berjalan
- Rekening listrik/air/telepon
- Dokumen pendukung lainnya sesuai kebijakan cabang
Kriteria Penerima
- WNI dan cakap hukum
- Memiliki usaha aktif minimal 6 bulan
- Usaha bersifat produktif dan legal
- Tidak sedang menerima KUR produktif dari lembaga lain
- Memiliki kemampuan bayar sesuai analisis Pegadaian
Untuk peminjam baru, umumnya Pegadaian memberikan plafon maksimal Rp 10 juta melalui skema KUR Super Mikro.
Sementara itu, calon debitur yang ingin melakukan pengajuan biasanya merupakan nasabah yang sudah pernah menerima dan melunasi pinjaman KUR sebelumnya, atau memiliki usaha yang dinilai layak naik kelas berdasarkan hasil analisis Pegadaian.
KUR Pegadaian Syariah Rp 50 Juta menjadi solusi pembiayaan ideal bagi UMKM yang membutuhkan modal cukup besar namun ingin tetap berpegang pada prinsip syariah.
Skema Rahn, tanpa riba, angsuran terjangkau, dan syarat yang relatif mudah, produk ini layak dipertimbangkan sebagai sumber modal usaha jangka menengah.
Jika kamu masih bingung dalam memilih produk keuangan yang cocok untuk usaha mikro kecil menengah, kamu bisa cek dan bandingkan berbagai produk keuangan di Tuwaga!
FAQ
1. Apakah KUR Pegadaian Syariah Rp 50 juta tanpa bunga?
Ya, tidak ada bunga. Yang dikenakan hanya biaya pemeliharaan (mu’nah).
2. Apakah harus punya jaminan?
Pada skema Rahn, biasanya ada agunan sesuai ketentuan Pegadaian, namun bukan bunga seperti kredit konvensional.
3. Berapa lama proses pencairan?
Jika dokumen lengkap dan lolos analisis, pencairan bisa relatif cepat.
4. Apakah bisa diajukan perorangan?
Bisa, selama memiliki usaha produktif yang berjalan.















































