Tren #KaburAjaDulu lagi ramai, terutama yang ngincer Jepang dengan gaji TKI atau pekerja SSW yang bisa tembus Rp 27 juta per bulan. Tapi ada satu fakta penting yang sering kelewat di postingan motivasi pindah ke Jepang: biaya sewa apartemen pertama di Tokyo bisa menghabiskan Rp 30 sampai 50 juta sebelum kamu pegang kunci.
Sistem sewa apartemen di Jepang punya komponen biaya yang gak ada padanannya di Indonesia. Berikut breakdown lengkapnya buat kamu yang lagi nyusun budget pindahan.
Reikin (Key Money) di Jepang: Rp 7,5–17 Juta
Reikin adalah uang hadiah ke pemilik apartemen yang tidak dikembalikan saat penyewa pindah keluar. Nilainya biasanya 1 sampai 2 kali sewa bulanan.
Tradisi reikin sudah ratusan tahun dan awalnya bentuk terima kasih ke pemilik karena mau menerima penyewa. Sekarang banyak landlord yang sudah menghilangkan reikin (cari label “礼金0円” atau “Zero Reikin” di Suumo), tapi praktik ini masih umum di Tokyo dan apartemen populer.
Shikikin (Deposit) di Jepang: Rp 7,5–17 Juta
Shikikin adalah deposit yang biasanya setara 1 sampai 2 bulan sewa. Biaya pembersihan apartemen dan perbaikan kecil dipotong dari shikikin sebelum sisanya dikembalikan saat kamu pindah keluar. Jangan harap balik utuh meskipun apartemen kamu rapi.
Biaya Agen Properti di Jepang: Rp 7,5–9 Juta
Real estate agent di Jepang charge 1 bulan sewa plus 10 persen pajak konsumsi sebagai biaya jasa. Untuk sewa ¥80.000, biaya agen sekitar ¥88.000 atau Rp 9,4 juta. Biaya ini wajib dan susah dihindari kecuali kamu cari apartemen langsung ke pemilik, yang umumnya sulit untuk WNA.
Guarantee Company Fee di Jepang: Rp 5–9 Juta
Komponen ini paling sering bikin TKI dan pelajar bingung. Hampir semua landlord di Jepang mensyaratkan penyewa punya guarantor (連帯保証人), yaitu orang Jepang yang bersedia jadi penjamin kalau penyewa telat bayar. Masalahnya, WNI yang baru tiba di Jepang biasanya gak punya kenalan orang Jepang yang mau jadi guarantor.
Solusinya pakai perusahaan guarantee company (家賃保証会社). Mereka jadi guarantor kamu dengan fee 50 sampai 100 persen dari sewa bulanan di awal, plus annual renewal fee sekitar ¥10.000 setiap tahun. Cara kerja guarantee company di Jepang mirip seperti asuransi: kamu bayar fee, mereka menjamin sewa kamu ke pemilik apartemen selama masa kontrak. Tanpa sistem ini, hampir mustahil sewa apartemen di Tokyo sebagai orang asing.
Biaya Lain-lain di Jepang: Rp 2–4 Juta
Biaya tambahan yang sering luput dari hitungan calon penyewa di Jepang mencakup:
- Lock change fee (鍵交換代): ¥15.000 sampai ¥25.000 (Rp 1,6 sampai 2,7 juta). Wajib ganti kunci sebelum kamu masuk.
- Asuransi kebakaran (火災保険): ¥15.000 sampai ¥20.000 per 2 tahun.
- Cleaning fee: kadang dibayar di awal, kadang dipotong dari shikikin saat keluar.
Total Biaya Awal Sewa Apartemen di Jepang: Rp 30–50 Juta
Untuk apartemen kecil ¥80.000 per bulan di Tokyo, biaya awal sebelum pindah masuk bisa tembus ¥400.000 sampai ¥500.000 atau Rp 42 sampai 53 juta. Hitungan ini belum termasuk furniture, AC, dan peralatan rumah tangga karena hampir semua apartemen di Jepang kosong total (bahkan AC sering tidak disediakan).
💡 Tips Hemat Biaya Sewa Apartemen di Jepang
- Cari listing “Zero Reikin” plus “Zero Shikikin” lewat Suumo atau Homes.co.jp. Bisa motong biaya awal sampai 30 persen.
- Furnished apartment atau serviced apartment sudah include furniture, AC, dan banyak yang tidak butuh guarantee company. Biaya awal jauh lebih ringan meski sewa bulanan sedikit lebih mahal.
- Share house seperti Oakhouse atau Borderless House biasanya cuma minta deposit 1 bulan tanpa reikin.
- Nego dengan agent kalau apartemen sudah lama kosong. Reikin sering bisa dihilangkan.
Sebelum kamu fix berangkat dan booking tiket pesawat ke Tokyo, pastikan budget pindahan minimal Rp 40 juta sudah aman di rekening. Gaji bulan pertama biasanya kepake buat bayar biaya pindahan kamu, bukan langsung masuk tabungan.












































