Pinjaman online ilegal masih menjadi masalah besar. Satgas PASTI mencatat 22.529 pengaduan terkait pinjaman online ilegal selama 1 Januari hingga 31 Juli 2026. Angka itu merupakan bagian dari 25.875 pengaduan terkait entitas ilegal pada periode yang sama.
Data tersebut tidak berarti setiap pengaduan identik atau seluruh korban mengalami modus yang sama. Namun skalanya cukup untuk menunjukkan bahwa konsumen perlu melakukan verifikasi sebelum memberikan data pribadi, menginstal aplikasi, atau menerima pencairan.
Kenapa pinjol ilegal tetap bisa menjaring korban?
Salah satu alasannya adalah proses yang dibuat sangat mudah dan mendesak. Tawaran dapat datang ketika seseorang sedang membutuhkan uang cepat, sehingga pemeriksaan legalitas dianggap memperlambat proses.
Modus juga dapat menggunakan nama, logo, atau tampilan yang menyerupai lembaga resmi. Satgas PASTI sebelumnya mengingatkan masyarakat mengenai modus impersonation—penipuan yang menggunakan identitas lembaga berizin untuk mengelabui korban.
Red flags yang perlu membuat Anda berhenti
- Penawaran datang dari nomor pribadi dan mendorong keputusan segera.
- Diminta membayar “biaya pencairan”, “deposit”, atau biaya lain ke rekening pribadi sebelum dana diterima.
- Identitas badan hukum, website, atau alamat perusahaan tidak dapat diverifikasi.
- Nama aplikasi mirip dengan perusahaan legal tetapi alamat situs atau kontaknya berbeda.
- Diminta memberikan OTP, PIN, password, atau akses yang tidak relevan.
- Informasi biaya dan total pembayaran tidak dijelaskan dengan jelas.
- Petugas menghindari pertanyaan mengenai izin OJK.
Legalitas harus dicek pada sumber resmi
Per 30 Juni 2026, OJK mencatat 94 penyelenggara LPBBTI/fintech P2P lending berizin. Gunakan direktori resmi OJK atau Kontak OJK 157 untuk memeriksa status penawaran yang Anda terima.
Jangan menyimpulkan legalitas hanya karena menemukan nama perusahaan melalui mesin pencari. Penipu dapat membuat halaman, akun media sosial, atau iklan yang menggunakan nama serupa.
Contoh skenario: nama perusahaan benar, nomor kontak palsu
Anda menerima WhatsApp dari seseorang yang mengaku mewakili platform legal. Ia mengirim logo, alamat kantor, bahkan nomor izin yang tampak benar. Setelah itu ia meminta transfer Rp500 ribu sebagai “jaminan pencairan”.
Kesalahan yang sering terjadi adalah mengecek nama perusahaan tetapi tidak mengecek apakah kanal komunikasi tersebut benar-benar milik perusahaan. Dalam kasus seperti ini, cari website resmi melalui sumber tepercaya dan hubungi customer service yang tercantum di kanal resmi, bukan nomor yang menghubungi Anda.
Jika sudah memberikan data pribadi
Segera petakan data apa yang sudah diberikan: KTP, swafoto, nomor rekening, nomor kartu, password, OTP, atau akses perangkat. Risiko dan langkah tindak lanjut berbeda tergantung jenis data.
Jika password atau kredensial diberikan, ubah segera melalui kanal resmi. Jika ada transaksi mencurigakan, hubungi penyedia jasa keuangan terkait. Simpan seluruh bukti komunikasi, rekening tujuan, nomor telepon, tautan, dan waktu kejadian.
Jika sudah mentransfer uang
Jangan mengirim dana tambahan hanya karena pelaku menjanjikan uang sebelumnya akan dikembalikan setelah “biaya terakhir” dibayar. Pola pembayaran berulang merupakan salah satu cara kerugian membesar.
Segera hubungi bank atau penyedia jasa pembayaran yang digunakan dan gunakan kanal pengaduan/penanganan scam yang relevan. Kecepatan pelaporan penting karena dana dapat dipindahkan ke rekening lain.
Bedakan pinjol ilegal dan sengketa dengan pinjol legal
Pinjaman dari penyelenggara legal tetap dapat menimbulkan keluhan, misalnya mengenai layanan atau penagihan. Sebaliknya, sebuah entitas ilegal dapat meniru identitas perusahaan legal. Karena itu, identifikasi terlebih dahulu siapa pihak yang sebenarnya berinteraksi dengan Anda.
Jika penyelenggara legal, gunakan mekanisme pengaduan perusahaan dan kanal OJK sesuai kebutuhan. Jika pihaknya tidak berizin atau merupakan penipuan, dokumentasikan bukti dan laporkan melalui kanal resmi yang relevan.
Checklist 60 detik sebelum mengajukan
- Cari nama badan hukum, bukan hanya nama aplikasi.
- Cocokkan dengan direktori OJK terbaru.
- Pastikan domain website dan kontak sesuai.
- Jangan bayar uang muka ke rekening pribadi.
- Baca biaya, tenor, dan total pembayaran.
- Jangan bagikan OTP atau password.
- Simpan screenshot penawaran jika ada hal mencurigakan.
Ketika kebutuhan uang sedang mendesak, satu menit untuk verifikasi terasa lama. Namun kerugian akibat berinteraksi dengan entitas ilegal dapat jauh lebih sulit diselesaikan daripada menunda pengajuan untuk memastikan legalitasnya.
Sumber dan Referensi
Data dan ketentuan diperiksa pada 30 September 2026.











































