Jika data pribadi, foto, daftar kontak, atau informasi utang disebarkan untuk mempermalukan peminjam, fokus pertama bukan berdebat panjang dengan penagih. Amankan bukti, batasi paparan data berikutnya, lalu gunakan jalur pengaduan resmi.
Utang yang belum selesai tetap perlu ditangani, tetapi kewajiban membayar tidak memberi hak kepada siapa pun untuk menyebarkan data pribadi atau melakukan penagihan dengan cara intimidatif.
Buat salinan bukti sebelum konten hilang
Ambil tangkapan layar yang memperlihatkan nomor pengirim, waktu, isi pesan, grup atau akun tujuan, serta data apa yang disebarkan. Jika ada telepon ancaman, catat tanggal, jam, nomor, dan inti pembicaraan segera setelah panggilan selesai.
Simpan bukti secara berurutan dalam satu folder. Jangan hanya menyimpan gambar tanpa konteks. Kronologi yang jelas membantu saat kamu menjelaskan masalah ke penyelenggara, OJK, atau aparat penegak hukum bila ada indikasi pidana.
Pastikan dulu siapa pelakunya
Bedakan penyelenggara legal, perusahaan penagihan yang bekerja untuk penyelenggara, dan pihak yang sama sekali tidak terkait dengan layanan legal. Minta nama perusahaan, identitas petugas, nomor perjanjian, dan dasar mereka menghubungi.
Jangan mengirim KTP ulang, selfie, OTP, PIN, atau password hanya karena penelepon mengaku ingin “verifikasi”. Jika ragu, tutup percakapan lalu hubungi kanal resmi yang tercantum di aplikasi atau situs penyelenggara.
Apa batas penagihan menurut aturan OJK?
POJK 22/2023 mewajibkan penagihan dilakukan sesuai norma dan ketentuan hukum. OJK menjelaskan bahwa penagihan tidak boleh menggunakan ancaman, kekerasan, tindakan mempermalukan, tekanan fisik atau verbal, dilakukan kepada pihak selain konsumen, atau dilakukan secara mengganggu.
Aturan yang sama juga menekankan kewajiban menjaga kerahasiaan dan keamanan data konsumen. UU Pelindungan Data Pribadi menambah kerangka hak subjek data dan kewajiban pengendali data dalam memproses data pribadi.
Urutan pengaduan yang lebih efektif
Pertama, ajukan pengaduan tertulis ke penyelenggara dan minta nomor tiket. Jelaskan data apa yang disebarkan, siapa yang menyebarkan, kapan terjadi, dan tindakan pemulihan yang kamu minta.
Kedua, jika respons tidak memadai, gunakan kanal pengaduan sektor jasa keuangan OJK sesuai prosedur yang berlaku. Ketiga, bila ada ancaman, pemerasan, pemalsuan identitas, atau penyebaran yang mengarah pada dugaan tindak pidana, pertimbangkan pelaporan ke kepolisian dengan membawa kronologi serta bukti.
Jangan menghapus semua jejak karena panik
Memblokir nomor boleh dilakukan untuk mengurangi gangguan, tetapi simpan bukti lebih dulu. Jangan langsung menghapus akun, email, atau aplikasi jika di dalamnya masih ada kontrak, riwayat pembayaran, dan percakapan yang dibutuhkan untuk pembuktian.
Kalau kamu tetap memiliki kewajiban pembayaran, lanjutkan komunikasi hanya melalui kanal yang bisa diverifikasi. Pisahkan isu pembayaran dari isu pelanggaran penagihan; keduanya dapat ditangani bersamaan.
Jika data sudah terlanjur diterima keluarga atau rekan kerja
Minta penerima tidak meneruskan pesan, tidak membalas dengan data tambahan, dan menyimpan bukti asli. Jika penyebaran terjadi di grup, catat nama grup, jumlah anggota bila terlihat, serta siapa yang mengirim. Semakin cepat penyebaran berhenti, semakin kecil dampak reputasi dan risiko data dipakai pihak lain.
Jelaskan kepada keluarga atau rekan bahwa kamu sedang menangani sengketa melalui kanal resmi. Tidak perlu membagikan rincian utang kepada semua orang. Fokus pada pengamanan bukti dan penghentian penyebaran.
Legal atau ilegal tetap perlu dibedakan
Jika layanan tidak ditemukan dalam daftar penyelenggara berizin OJK, jangan memakai prosedur pembayaran atau komunikasi yang sama seperti layanan legal. Simpan bukti, jangan mengirim data tambahan, dan verifikasi kanal pelaporan yang sesuai. Untuk layanan legal, pengaduan ke penyelenggara adalah tahap penting karena perusahaan bertanggung jawab atas proses penagihan yang dijalankan atau dikuasakan.
Untuk keduanya, jangan membayar “biaya penghapusan data” kepada pihak yang mengaku bisa membersihkan jejak dalam hitungan menit. Klaim seperti itu sering memanfaatkan kepanikan korban.
Untuk langkah lanjutan, kamu bisa membaca aturan penagihan pinjol oleh pihak ketiga, panduan menghentikan pinjol sebar data, serta cara lapor penipuan pinjol jika ada unsur penyalahgunaan atau ancaman.
Kesimpulan
Saat pinjol menyebarkan data pribadi, jangan merespons dengan kepanikan atau menyerahkan data tambahan. Dokumentasikan kejadian, verifikasi pelaku, ajukan pengaduan tertulis, dan eskalasi melalui jalur resmi. Hak atas perlindungan data tetap berlaku meskipun ada kewajiban utang.
Sumber utama
OJK — POJK 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat
JDIH Komdigi — UU 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi
OJK — SEOJK 19/SEOJK.06/2025 tentang Penyelenggaraan LPBBTI
.













































