Calon peminjam pinjaman daring perlu bersiap menghadapi kriteria yang lebih ketat. OJK menetapkan bahwa batas usia minimum Penerima Dana adalah 18 tahun atau telah menikah, sedangkan penghasilan minimum Penerima Dana LPBBTI adalah Rp3 juta per bulan. Pemenuhan kriteria tersebut berlaku untuk akuisisi Penerima Dana baru dan/atau perpanjangan paling lambat 1 Januari 2027.
Perubahan ini penting karena selama ini orang sering menganggap proses pengajuan pinjaman daring hanya bergantung pada KTP, nomor telepon, rekening, dan hasil credit scoring. Pada praktiknya, penyelenggara juga harus menilai apakah calon penerima dana memenuhi kriteria dan memiliki kemampuan membayar.
Apa yang berubah mulai 2027?
Penguatan aturan tidak berarti setiap orang yang berusia 18 tahun dan berpenghasilan Rp3 juta otomatis memperoleh pinjaman. Dua angka tersebut merupakan kriteria minimum yang perlu dipenuhi, bukan jaminan persetujuan.
Penyelenggara tetap dapat melakukan penilaian risiko berdasarkan informasi calon penerima dana, kemampuan membayar, riwayat kewajiban, serta kebijakan internal yang sesuai ketentuan. Karena itu, seseorang dapat memenuhi syarat minimum tetapi tetap tidak memperoleh pendanaan jika hasil penilaian risikonya tidak memadai.
Kenapa ada batas penghasilan minimum?
Pinjaman pada akhirnya harus dibayar dari arus kas peminjam. Batas penghasilan membantu memastikan proses pemberian pendanaan tidak hanya berfokus pada apakah seseorang dapat mengisi formulir dan lolos verifikasi identitas, tetapi juga pada kemampuan ekonominya.
Contoh sederhana: dua orang sama-sama mengajukan Rp3 juta. Orang pertama berpenghasilan Rp3,2 juta dan sudah memiliki cicilan Rp1,2 juta per bulan. Orang kedua berpenghasilan Rp6 juta dan tidak memiliki cicilan lain. Jumlah pinjamannya sama, tetapi ruang keuangan keduanya berbeda jauh. Inilah alasan angka penghasilan tidak boleh dibaca sendirian.
Apa yang sebaiknya disiapkan calon peminjam?
1. Bukti penghasilan yang konsisten
SEOJK 19/2025 menyebut informasi penghasilan didukung bukti yang valid, antara lain slip gaji atau mutasi rekening. Untuk pekerja bergaji tetap, slip gaji dan mutasi rekening biasanya lebih mudah disiapkan. Pekerja informal atau pemilik usaha perlu memastikan arus pemasukan dapat dibuktikan secara wajar melalui dokumen yang relevan.
2. Data identitas yang sesuai
Pastikan nama, nomor identitas, rekening, dan nomor telepon menggunakan data yang benar dan konsisten. Jangan meminjam identitas orang lain untuk mengejar persetujuan. Selain berisiko terhadap pemilik identitas, tindakan tersebut dapat menimbulkan persoalan ketika proses verifikasi atau penagihan dilakukan.
3. Daftar seluruh cicilan yang masih berjalan
Jangan hanya menghitung cicilan pinjaman yang hendak diajukan. Masukkan kartu kredit, kredit kendaraan, BNPL, pinjaman daring lain, dan kewajiban pembiayaan lain. Tujuannya agar Anda melihat beban pembayaran secara utuh.
4. Dana cadangan
Jika seluruh pendapatan bulanan sudah dialokasikan untuk kebutuhan rutin dan cicilan, sedikit gangguan—misalnya pendapatan turun atau muncul biaya kesehatan—dapat langsung membuat pembayaran bermasalah. Dana cadangan memberi ruang ketika kondisi tidak berjalan sesuai rencana.
Contoh: penghasilan Rp3 juta bukan berarti aman mengambil cicilan besar
Anggap seseorang memiliki penghasilan bersih Rp3 juta per bulan. Pengeluaran pokoknya Rp2 juta, transportasi Rp300 ribu, dan cicilan lain Rp400 ribu. Sisa kasnya hanya Rp300 ribu.
Jika ia mengambil pinjaman baru dengan kewajiban Rp600 ribu per bulan, secara matematis arus kas bulanannya menjadi negatif Rp300 ribu. Ia memang memenuhi ambang penghasilan minimum, tetapi pinjaman tersebut tidak sesuai kapasitas kasnya.
Karena itu, gunakan syarat minimum sebagai pintu masuk administratif, bukan patokan bahwa nominal pinjaman tertentu pasti aman.
Bagaimana dengan orang yang penghasilannya tidak tetap?
Freelancer, pekerja komisi, dan pemilik usaha dapat memiliki pendapatan yang berubah setiap bulan. Dalam kondisi seperti ini, jangan menggunakan bulan terbaik sebagai dasar kemampuan membayar. Gunakan rata-rata yang konservatif dari beberapa bulan dan perhitungkan bulan dengan pemasukan rendah.
Misalnya pemasukan enam bulan adalah Rp6 juta, Rp4 juta, Rp3 juta, Rp7 juta, Rp3,5 juta, dan Rp4,5 juta. Rata-ratanya sekitar Rp4,67 juta. Namun jika pengeluaran rutin Rp3,5 juta, ruang cicilan tetap terbatas. Menggunakan angka Rp7 juta sebagai patokan akan membuat kemampuan bayar terlihat terlalu optimistis.
Jangan mengejar pinjaman dengan memanipulasi penghasilan
Menaikkan angka penghasilan di formulir agar terlihat memenuhi syarat bukan strategi yang sehat. Selain informasi menjadi tidak akurat, keputusan pinjaman yang dibangun dari angka palsu dapat menghasilkan cicilan yang tidak sesuai kemampuan sebenarnya.
Jika kebutuhan dana mendesak tetapi belum memenuhi kriteria atau kemampuan bayar belum cukup, pilihan yang lebih aman adalah mengevaluasi ulang jumlah kebutuhan, menunda pengeluaran yang tidak mendesak, mencari sumber dana dengan biaya lebih rendah, atau memperbaiki arus kas terlebih dahulu.
Checklist sebelum mengajukan pada 2027
- Usia sudah 18 tahun atau telah menikah.
- Penghasilan memenuhi kriteria minimum yang berlaku.
- Bukti penghasilan dapat diverifikasi.
- Seluruh cicilan aktif sudah dihitung.
- Total pembayaran pinjaman baru sudah diketahui.
- Masih ada ruang kas setelah kebutuhan pokok dan cicilan.
- Penyelenggara yang dipilih berizin OJK.
Intinya, aturan baru tidak seharusnya dibaca sebagai “kalau gaji Rp3 juta berarti boleh berutang”. Yang lebih penting adalah apakah setelah seluruh kewajiban dihitung, Anda masih mampu membayar tanpa mengorbankan kebutuhan pokok atau mengambil utang baru untuk menutup cicilan lama.
Sumber dan Referensi
- OJK — Penyesuaian Batasan Manfaat Ekonomi serta Penguatan Pengaturan Pindar dan BNPL
- OJK — SEOJK 19/SEOJK.06/2025 tentang Penyelenggaraan LPBBTI
Data dan ketentuan diperiksa pada 30 September 2026.













































