Biaya sekolah sering terasa mendesak karena punya tenggat yang jelas: daftar ulang, buku, seragam, transportasi, atau kegiatan wajib. Namun kebutuhan pendidikan yang penting tetap perlu dihitung seperti keputusan keuangan lain. Pinjaman sebaiknya hanya menutup gap yang benar-benar belum punya sumber, bukan seluruh tagihan karena limit tersedia.
Pisahkan biaya wajib, bisa dicicil, dan bisa ditunda
Buat tiga kolom. Biaya wajib mencakup pembayaran yang harus dilakukan agar proses belajar tidak terganggu. Biaya yang bisa dicicil adalah komponen yang sekolah memang mengizinkan dibayar bertahap. Biaya yang bisa ditunda adalah perlengkapan atau aktivitas yang tidak harus dibayar pada minggu yang sama.
Dengan cara ini, kebutuhan Rp6 juta bisa berubah menjadi gap Rp1,5 juta setelah sebagian biaya ditunda, sebagian dicicil ke sekolah, dan sebagian ditutup tabungan.
Jangan menggunakan pendapatan masa depan yang belum pasti
Bonus, THR, lembur, atau komisi yang belum memiliki tanggal pasti sebaiknya tidak dipakai sebagai dasar cicilan. Gunakan gaji atau pendapatan bersih yang paling stabil, lalu hitung apakah cicilan baru masih menyisakan uang untuk makan, tempat tinggal, transportasi, kesehatan, dan kebutuhan anak berikutnya.
Biaya pendidikan jarang berhenti setelah pembayaran pertama. Bulan berikutnya bisa muncul uang kegiatan, ujian, transportasi, atau kebutuhan digital. Karena itu, menghabiskan seluruh ruang kas untuk cicilan dapat membuat keluarga kembali mencari pinjaman.
Contoh menghitung gap sekolah
Misalnya total kebutuhan awal tahun Rp5,5 juta. Tabungan pendidikan Rp2 juta, sekolah memberi cicilan Rp1,5 juta untuk satu komponen, dan keluarga bisa menunda pembelian perlengkapan Rp700 ribu. Gap tunai segera menjadi Rp1,3 juta, bukan Rp5,5 juta.
Jika tetap mempertimbangkan pinjaman, bandingkan total pembayaran atas Rp1,3 juta dengan manfaat yang diperoleh dari mempercepat pembayaran. Jangan otomatis mengambil limit lebih besar “untuk jaga-jaga” karena setiap tambahan pokok menjadi kewajiban baru.
Alternatif yang layak dicoba lebih dulu
- Tanyakan cicilan atau penjadwalan pembayaran langsung ke sekolah.
- Gunakan tabungan pendidikan dan dana yang memang sudah dialokasikan.
- Cari perlengkapan bekas layak pakai atau pembelian bertahap.
- Tunda komponen nonwajib sampai arus kas normal.
- Periksa bantuan pendidikan yang memang memenuhi syarat keluarga.
Alternatif ini tidak selalu menutup seluruh kebutuhan, tetapi bisa mengecilkan pokok pinjaman secara signifikan.
Kapan pinjaman menjadi tanda masalah anggaran?
Jika pinjol diperlukan setiap semester atau setiap tahun untuk biaya yang sudah dapat diprediksi, masalah utamanya bukan lagi kebutuhan mendadak. Keluarga perlu membangun sinking fund pendidikan bulanan agar tagihan besar tidak selalu datang sebagai kejutan.
Mulai setelah kebutuhan tahun ini selesai. Bagi estimasi biaya tahunan dengan jumlah bulan sampai pembayaran berikutnya, lalu transfer otomatis ke rekening terpisah. Nominal kecil yang konsisten biasanya lebih murah daripada membayar biaya pinjaman berulang.
Bangun sinking fund setelah tahun ajaran ini selesai
Jika kebutuhan tahunan diperkirakan Rp6 juta dan masih ada 10 bulan menuju pembayaran berikutnya, target tabungan sekitar Rp600 ribu per bulan. Nominal itu bisa disesuaikan dengan kalender sekolah: bulan dengan THR atau bonus bisa menutup porsi lebih besar, sedangkan bulan biasa lebih kecil.
Simpan dana pendidikan terpisah dari rekening belanja agar tidak habis untuk kebutuhan harian. Tujuannya bukan mencapai angka sempurna, melainkan mengurangi gap sehingga jika kejadian tak terduga muncul, pinjaman yang dibutuhkan jauh lebih kecil.
Jika ada dua anak dengan jadwal pembayaran berdekatan
Jangan menganggap semua biaya harus dibayar dari satu pinjaman. Petakan tanggal masing-masing anak dan tanyakan fleksibilitas sekolah. Menggeser satu pembayaran dua minggu bisa cukup untuk menghindari utang tambahan tanpa mengganggu proses belajar.
Saat membandingkan pilihan, lihat total biaya keluarga setelah cicilan, bukan hanya apakah aplikasi menyetujui limit.
Jika kebutuhan pendidikannya lebih luas, lihat juga risiko pinjol untuk mahasiswa, pilihan pinjaman untuk biaya pendidikan, dan cara mencari dana untuk anak sekolah agar kamu bisa membandingkan opsi sebelum menambah cicilan.
Kesimpulan
Pinjol untuk biaya sekolah anak sebaiknya menjadi penutup gap terakhir, bukan sumber utama. Pecah tagihan, negosiasikan komponen yang bisa dicicil, gunakan pendapatan stabil sebagai dasar kemampuan bayar, dan mulai dana pendidikan untuk kebutuhan berikutnya agar keluarga tidak mengulang siklus utang.
Sumber utama
OJK — SEOJK 19/SEOJK.06/2025 tentang Penyelenggaraan LPBBTI
OJK — POJK 40 Tahun 2024 tentang LPBBTI













































